SOLOBALAPAN.COM - Penyerang muda andalan Persis Solo dan Timnas Indonesia U-20, Arkhan Kaka, mengejutkan publik sepak bola Tanah Air.
Foto-fotonya mengenakan seragam loreng Tentara Nasional Indonesia (TNI) viral di media sosial, mengonfirmasi bahwa ia telah resmi menjadi prajurit setelah menyelesaikan pendidikannya.
Lantas, pangkat apa yang kini disandang oleh pemain asal Blitar tersebut?
Terungkap, Arkhan Kaka Sandang Pangkat Sersan Dua (Serda)
Rasa penasaran publik akhirnya terjawab dari detail seragam yang dikenakannya.
Dari lencana yang menempel di lengan kanan, terlihat lambang satu segitiga berwarna kuning.
Lambang tersebut merupakan tanda pangkat untuk Sersan Dua (Serda) di TNI Angkatan Darat (AD).
Pangkat Sersan Dua merupakan pangkat Bintara tingkat pertama yang didapatkan setelah seorang prajurit menyelesaikan pendidikan Bintara selama kurang lebih lima bulan.
Jalur Pendidikan Bintara Bersama Penggawa Timnas Lain
Arkhan Kaka diketahui masuk melalui jalur pendidikan Bintara TNI AD.
Ia tidak sendirian, beberapa rekan seangkatannya di Timnas Indonesia U-20 seperti Ikram Al-Ghifari dan Iqbal Gwijangge juga dikabarkan mengikuti program yang sama.
Setelah lulus dari pendidikan pertama ini, Arkhan akan menempuh pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing yang akan ditentukan kemudian.
Bagaimana Nasib Karier Profesionalnya di Persis Solo?
Dengan status barunya sebagai prajurit TNI, muncul pertanyaan mengenai kelanjutan karier sepak bolanya di level klub.
Hingga saat ini, pihak klub Persis Solo belum memberikan pernyataan resmi mengenai bagaimana status Arkhan ke depannya.
Namun, yang pasti, pemain berusia 17 tahun ini masih terikat kontrak profesional dengan Laskar Sambernyawa hingga 30 Juni 2026, sejak pertama kali dipromosikan ke tim senior pada Januari 2023 lalu.
Arkhan Kaka kini menapaki dua jalan karier sekaligus: sebagai pesepak bola profesional dan abdi negara.
Publik dan para suporter kini menantikan bagaimana ia akan menyeimbangkan kedua komitmen tersebut, serta bagaimana Persis Solo akan mengelola masa depan salah satu aset paling berharganya ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo