SOLOBALAPAN.COM - Nama Evan Dimas Darmono pernah begitu harum sebagai simbol harapan baru sepak bola Indonesia.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, mantan kapten Timnas U-19 itu justru jarang terdengar, hingga akhirnya muncul kembali dalam sebuah video yang mengundang banyak pertanyaan dari warganet.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @rafi.yudhika dan @rapiiieee.
Dalam tayangan singkat itu, Evan terlihat mengenakan kaus hitam dan berdiri di bagian awal video.
Namun yang mencuri perhatian publik bukan sekadar kemunculannya, melainkan perubahan fisik yang cukup drastis.
Postur Evan tampak jauh lebih kurus dan tirus dibanding saat masih aktif bermain di level tertinggi.
Penampilan terbarunya memicu kekhawatiran warganet soal kondisi kesehatan dan masa depannya.
Terlebih, sejak kontraknya bersama Persik Kediri berakhir pada 1 Januari 2025, Evan kini berstatus tanpa klub.
Dalam beberapa musim terakhir, menit bermainnya memang sangat terbatas, baik saat berseragam Arema FC, PSIS Semarang, maupun Persik.
Penurunan performa ini banyak dikaitkan dengan cedera serius yang menimpanya di final SEA Games 2019.
Saat itu, Indonesia U-23 menghadapi Vietnam, dan Evan harus ditarik keluar usai ditekel keras oleh Doan Van Hau.
Cedera engkel yang dideritanya menjadi titik balik pahit dalam karier sang gelandang. Sejak saat itu, Evan tak pernah benar-benar kembali ke performa terbaiknya.
Padahal, Evan Dimas adalah sosok yang sempat digadang-gadang sebagai “The Next Big Thing” dalam sepak bola nasional.
Ia memimpin generasi emas Timnas U-19 meraih gelar juara AFF 2013 dan mencetak lima gol di sepanjang turnamen.
Performa cemerlangnya di usia muda membuatnya langganan di skuad senior, tampil dalam ajang-ajang penting seperti Piala AFF 2014 hingga Asian Games 2018.
Meski tak lagi berkiprah di klub profesional, Evan Dimas belum sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola.
Baru-baru ini, klub Liga 3 Persiba Balikpapan mengumumkan bahwa Evan bergabung sebagai salah satu stakeholder klub.
Dalam unggahan Instagram resmi mereka, Evan tampak menghadiri sesi latihan, berdiskusi dengan manajemen, hingga memberikan motivasi bagi para pemain muda.
Tak hanya itu, Evan juga kini aktif sebagai pelatih di SSB Saraswati, sebuah sekolah sepak bola yang fokus mengembangkan talenta muda Indonesia.
Di sana, ia berbagi ilmu dan pengalaman, menjadi sosok inspiratif bagi anak-anak yang bermimpi mengenakan seragam Merah Putih.
Dari kapten Timnas U-19 hingga pelatih dan mentor generasi muda, perjalanan Evan Dimas memang penuh lika-liku.
Meski jalannya sebagai pemain profesional mungkin tak lagi semulus harapan, kontribusinya untuk sepak bola Indonesia tetap layak diapresiasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo