SOLOBALAPAN.COM - Keputusan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, untuk memberikan kesempatan bermain kepada pemain Liga 1 Indonesia membawa dampak besar bagi dinamika tim.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengungkapkan bahwa langkah ini membuat tim menjadi lebih hidup dan meningkatkan persaingan antar pemain.
Kluivert menunjukkan keberaniannya saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Tiongkok.
Ia menurunkan sejumlah pemain yang berkompetisi di Liga 1, dengan tujuh pemain mendapatkan kesempatan bermain.
Dari tujuh pemain tersebut, empat di antaranya tampil sebagai starter: Rizky Ridho (Persija Jakarta), Yakob Sayuri (Malut United FC), Ricky Kambuaya, dan Egy Maulana Vikri (Dewa United FC).
Tiga pemain lainnya masuk dari bangku cadangan, yaitu Stefano Lilipaly (Borneo FC Samarinda), Ramadhan Sananta (Persis Solo), dan debutan Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung).
Keputusan ini mendapat perhatian positif karena mayoritas pemain yang diberi kesempatan mampu membuktikan kualitasnya di lapangan.
Hal ini menunjukkan bahwa Kluivert tidak memilih kasih, baik itu pemain lokal dari Liga 1 maupun pemain naturalisasi yang bermain di luar negeri.
Patrick Kluivert menegaskan bahwa bagi dirinya, kualitas adalah faktor utama yang menentukan kesempatan bermain.
"Bagi saya, yang terpenting adalah jika seseorang menunjukkan kualitas, maka mereka berhak bermain. Apakah itu pemain naturalisasi atau lokal, bagi saya itu tidak ada perbedaannya. Kami satu tim," ujar Kluivert.
"Kami harus memainkan dua pertandingan, dan tim terbaik adalah yang memulai. Ini tidak berarti pemain lain lebih buruk atau tidak cukup baik untuk memulai, namun mereka perlu merasa percaya diri. Inilah yang membuat tim kami lebih kuat," tambahnya.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga memberikan apresiasi atas kebijakan Kluivert.
Dia merasa para pemain Liga 1 pantas mendapatkan kesempatan dan membuktikan kualitasnya di lapangan.
Kepercayaan penuh yang diberikan Kluivert kepada 23 pemain membuat persaingan di dalam tim semakin sehat.
"Sebanyak 23 pemain diberikan kepercayaan penuh, dan empat di antaranya dari Liga 1. Mereka bisa berbuat banyak dan membuat tim ini semakin hidup," ujar Sumardji.
"Kepercayaan ini tentu membuat persaingan semakin ketat. Semua pemain berjuang dan berlomba-lomba untuk unjuk gigi jika diberi kesempatan. Anak-anak dari Liga 1 memang layak mendapatkan kepercayaan, dan hasilnya sangat baik," tambahnya. (dam)
Editor : Damianus Bram