SOLOBALAPAN.COM – Musim 2024/2025 bukanlah periode terbaik bagi Marko Simic bersama Persija Jakarta.
Klub kebanggaan Ibu Kota hanya finis di peringkat tujuh klasemen akhir Liga 1 dengan torehan 51 poin.
Dari sisi individu, Simic juga mengalami penurunan performa. Penyerang asal Kroasia itu hanya mencatatkan 5 gol dan 1 assist dari 24 penampilan, yang sebagian besar dimulai dari bangku cadangan.
Menurut Simic, salah satu penyebab inkonsistensi Persija adalah tidak adanya stadion kandang yang permanen.
Persija tercatat memakai enam stadion berbeda untuk laga kandang musim ini, mulai dari Jakarta International Stadium (JIS), Gelora Bung Karno (GBK), Patriot Chandrabaga Bekasi, Pakansari Bogor, Indomilk Arena Tangerang, hingga Sultan Agung Bantul.
“Musim ini kami pergi ke 6 stadion di mana itu pertandingan home, tapi tidak terasa home. Karena kami tidak merasa rumputnya. Berapa (pemain) dari kami baru coba berapa kali,” ujarnya, dilansir dari JawaPos.com.
Simic menyoroti bahwa ketidakstabilan lokasi kandang membuat pemain kesulitan beradaptasi.
Ia mencontohkan Persib Bandung sebagai tim dengan fasilitas yang memadai, sehingga mampu tampil konsisten dan menjadi juara Liga 1 dua musim berturut-turut.
“Berlatih dan bermain dengan skuad yang sama juga bisa membuat kami dari sisi pemain tahu area dan space. Tidak mudah untuk berganti terus,” ungkap pemain yang membawa Persija juara pada musim 2018 itu.
Simic berharap manajemen Persija segera mencari solusi untuk persoalan ini di musim depan, agar tim bisa tampil lebih kompetitif dan stabil.
“Saya berharap terbaik untuk tim ini dan semuanya. Karena tim ini punya potensi yang sangat besar berada di ibu kota dengan basis penggemar paling besar. Harus bisa memberikan segalanya untuk bisa lihat Persija juara lagi,” ucapnya. (dam)
Editor : Damianus Bram