SOLOBALAPAN.COM – Nasib Semen Padang FC di Liga 1 2024/2025 berada di ambang degradasi.
Menjelang laga penentuan kontra Arema FC, penasihat tim Kabau Sirah, Andre Rosiade, melontarkan permintaan kontroversial yang menyita perhatian publik.
Melalui media sosial, Andre meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk hadir langsung ke Stadion Kanjuruhan dan menunjuk wasit asing guna memimpin pertandingan pamungkas yang sangat menentukan bagi kelangsungan Semen Padang di kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Kami meminta secara terbuka kepada Pak Erick Thohir untuk hadir menonton Semen Padang FC vs Arema FC secara langsung dan meminta wasit asing yang memimpin," tulis Andre di Instagram @andre_rosiade.
Ia menyebut permintaan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap potensi intervensi pihak-pihak yang ia sebut sebagai mafia sepak bola.
Andre juga menyinggung kembali insiden di Piala Presiden 2017 yang menurutnya merugikan Semen Padang saat bermain di Kanjuruhan.
"Karena kami pernah dicurangi di Piala Presiden 2017 di Kanjuruhan. Kami siap bertarung di Kanjuruhan, tapi meminta perlindungan dari PSSI akan bahaya mafia,” lanjutnya.
Penuh Semangat, Tapi Tuai Kritik
Di sisi lain, Andre juga menyemangati para pemain agar tampil maksimal demi bertahan di Liga 1.
"Kami akan bertarung habis-habisan lawan mafia. Kami akan bertarung habis-habisan. Kami juga akan tetap berada di Liga 1. Kita akan usahakan tim kita bertahan di Liga 1," tegas Andre.
Namun, semangat tersebut ternyata tak sepenuhnya mendapat sambutan hangat.
Di media sosial, sejumlah netizen, termasuk pendukung Semen Padang sendiri, melontarkan kritik.
Salah satunya datang dari akun @alandirgamargo yang menyebut langkah Andre terlalu berlebihan.
“Di Liga 1 ada 18 penasihat tim, tapi gak ada yang seperti kita,” tulis akun tersebut.
“Sudah dari awal dibilang, mending benahi tim, pemain, dan manajemen. Kita ini masih bersyukur dengan kualitas pemain standar Liga 2 yang bisa berjuang di zona degradasi.”
Komentar itu juga menyinggung gaya komunikasi suporter dan pengurus klub yang dinilai terlalu gaduh di media sosial.
“Jangan terlalu berisik kali. Kelihatan kali kita orang baru, kelihatan kali kita udah gak disegani lagi karena terlalu berisik.”
Fokus ke Lapangan atau Perkeruh Suasana?
Laga melawan Arema FC akan digelar di Stadion Kanjuruhan dan menjadi penentu apakah Kabau Sirah akan bertahan di Liga 1 atau kembali ke Liga 2.
Setelah hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Persik Kediri, kemenangan menjadi harga mati bagi Semen Padang.
Dengan tensi pertandingan yang begitu tinggi, permintaan wasit asing dan tudingan soal mafia dinilai sebagian pihak justru memperkeruh situasi.
Tak sedikit yang berharap agar jajaran manajemen Semen Padang lebih fokus membenahi tim dan mendukung para pemain secara internal.
Pertandingan ini bukan hanya menjadi ujian bagi para pemain, tapi juga bagi manajemen dan suporter dalam menunjukkan kedewasaan menghadapi tekanan.
Kritikan dari fans justru bisa menjadi wujud kepedulian, bahwa dukungan tak selalu harus berarti membenarkan semua langkah. (dam)
Editor : Damianus Bram