SOLOBALAPAN.COM - Di penghujung kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025, sorotan publik tidak hanya tertuju pada laga-laga di lapangan.
Di luar stadion, perhatian banyak orang justru berfokus pada Komite Disiplin (Komdis) PSSI, yang menjadi pusat kontroversi setelah mengeluarkan dua sanksi berat dalam waktu yang berdekatan.
Keputusan pertama yang memicu reaksi keras adalah sanksi terhadap Yuran Fernandes, bek asing PSM Makassar.
Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat, berupa larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama satu tahun, ditambah denda sebesar Rp25 juta.
Sanksi ini diberikan setelah Yuran melakukan aksi kritik terhadap wasit dan memukul layar monitor VAR setelah pertandingan panas, yang dianggap sebagai upaya mendiskreditkan sepak bola Indonesia.
Namun, kontroversi tidak berhenti di situ. Hanya beberapa waktu setelahnya, nama Ciro Alves, pemain asal Brasil yang membela Persib Bandung, ikut terseret dalam sanksi.
Komdis menjatuhkan tambahan hukuman berupa larangan bermain dua pertandingan akibat insiden menyikut pemain Malut United pada pekan ke-31 Liga 1.
Meski Ciro telah menerima kartu merah langsung, Komdis PSSI merasa hukuman tersebut perlu diperberat.
Keputusan-keputusan ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat dan pengamat sepak bola: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas keputusan-keputusan kontroversial ini?
Salah satu sosok yang banyak dibicarakan adalah Eko Hendro Prasetyo, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komdis PSSI.
Siapa Eko Hendro Prasetyo?
Eko Hendro Prasetyo bukanlah orang baru dalam dunia sepak bola Indonesia.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Legal Officer di Arema Cronus dan turut berperan dalam beberapa kasus hukum penting yang melibatkan klub tersebut, termasuk inspeksi stadion oleh AFC pada 2015 serta kasus flare yang terjadi pada tahun 2014.
Karier Eko di PSSI dimulai pada 2018 ketika ia menjadi anggota Komdis.
Sejak saat itu, ia dikenal bersama Dwi Irianto, yang lebih dikenal dengan julukan Mbah Putih, yang kemudian terjerat kasus hukum dalam Satgas Anti Mafia Bola.
Eko juga tercatat sebagai pengacara Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC yang menjadi terdakwa dalam tragedi Kanjuruhan.
Peran-peran ini kemudian menimbulkan dugaan adanya konflik kepentingan di tubuh Komdis PSSI, terutama setelah keputusan-keputusan kontroversial yang melibatkan pemain-pemain dan klub-klub besar.
Komposisi Terbaru Komdis PSSI 2024/2025
Struktur terbaru Komdis PSSI, yang kini dipimpin oleh Eko Hendro Prasetyo, menjadi sorotan setelah serangkaian keputusan yang tak lepas dari kontroversi.
Berikut adalah susunan Komdis PSSI untuk musim 2024/2025:
-
Ketua: Eko Hendro Prasetyo, SH, MH
-
Wakil Ketua: Asep Edwin
-
Anggota: Mahfudin Nigara, Aji Ridwan Mas, Hasani Abdulgani
Kontroversi dan Pertanyaan Besar
Kontroversi yang melibatkan Komdis PSSI ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai independensi badan tersebut.
Meskipun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Komdis adalah badan yang independen dan tidak dapat diintervensi oleh pengurus PSSI, publik merasa bahwa keputusan-keputusan ini perlu adanya transparansi yang lebih jelas.
Bahkan, Erick menyarankan agar PSM Makassar segera mengajukan banding ke Komisi Banding PSSI untuk mencari keadilan lebih lanjut.
Bagi sebagian pihak, keputusan tersebut bukan hanya mencerminkan ketegasan Komdis dalam menegakkan aturan, tetapi juga menyiratkan bahwa masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait proses pengambilan keputusan di tubuh Komdis PSSI.
Mengingat posisi Eko Hendro yang memiliki rekam jejak di Arema FC dan keterlibatannya dalam beberapa kasus hukum yang melibatkan klub tersebut, beberapa pihak mulai mengungkit potensi adanya benturan kepentingan dalam setiap keputusan yang diambil.
Masyarakat kini semakin berharap agar PSSI dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait proses sanksi yang dijatuhkan serta memperbaiki transparansi dalam pengambilan keputusan oleh Komdis.
Terlepas dari itu, semua pihak berharap keputusan-keputusan selanjutnya dapat lebih adil dan tidak menimbulkan keraguan di kalangan klub, pemain, dan penggemar sepak bola Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo