Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Miris! 4 Pemain Abroad Ini Jadi Andalan Timnas Indonesia, Tapi Tersisih di Klub

Damianus Bram • Kamis, 8 Mei 2025 | 17:29 WIB
Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia.

SOLOBALAPAN.COM – Penampilan memukau para pemain abroad menjadi salah satu penopang Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Nama-nama seperti Jay Idzes, Maarten Paes, dan Calvin Verdonk tampil konsisten di klub Eropa dan menjadi pilar penting Garuda di kancah internasional.

Namun, tak semua pemain abroad memiliki nasib seberuntung itu. Beberapa justru menjadi pilihan utama pelatih Timnas, namun terpinggirkan di level klub.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa pemain yang bersinar bersama timnas justru tenggelam di klub?

Berikut empat pemain abroad Timnas Indonesia yang mengalami kondisi tersebut di musim 2024/2025:

1. Ragnar Oratmangoen – FCV Dender EH (Belgia)

Ragnar sempat tampil cukup solid di musim perdananya bersama FCV Dender di Liga Belgia.

Dari 20 penampilan, ia menyumbang satu gol dan sempat menjadi starter reguler antara pekan ke-12 hingga ke-30.

Namun, usai memperkuat Timnas di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ragnar menghilang dari skuad.

Ia absen dalam enam pertandingan terakhir, bahkan tidak masuk bangku cadangan. Belum ada penjelasan resmi dari klub, sehingga masa depannya kini menjadi teka-teki.

2. Sandy Walsh – Yokohama F. Marinos (Jepang)

Berharap jadi andalan di Yokohama F. Marinos, Sandy justru gagal menunjukkan performa stabil.

Ia hanya mencatat lima penampilan di J1 League dan tiga di AFC Champions League Elite.

Puncaknya, saat Marinos dibantai Al Nassr 1-4, Sandy hanya duduk di bangku cadangan, menyaksikan Cristiano Ronaldo mencetak gol.

Jumlah menit bermainnya sangat minim, jauh dari ekspektasi sebagai bek andalan Timnas.

3. Rafael Struick – Brisbane Roar (Australia)

Datang dengan status striker muda potensial, Rafael Struick justru terpuruk. Ia hanya tampil selama tiga menit saat menghadapi Adelaide United pada 8 Maret 2025, lalu absen di enam laga berikutnya.

Tanpa kejelasan soal cedera atau alasan teknis, Struick kian tenggelam dari skuad Brisbane Roar, sebuah situasi yang dapat mengancam tempatnya di Timnas yang kini ditangani Patrick Kluivert.

4. Nathan Tjoe-A-On – Swansea City (Inggris)

Kondisi Nathan paling memprihatinkan. Setelah sempat dipinjamkan ke Heerenveen, ia kini terlempar ke tim U-21 Swansea City.

Terakhir bermain penuh di laga Professional Development League kontra Brentford U-21 pada awal Maret.

Sejak Agustus 2024, Nathan tidak pernah tampil di tim utama. Ia 21 kali duduk di bangku cadangan dan 12 kali tak masuk daftar susunan pemain.

Minimnya menit bermain tentu jadi penghalang besar untuk mempertahankan tempatnya di timnas.

Kondisi Ini Jadi Tantangan Serius bagi Timnas

Fenomena ini bukan hal baru. Namun, kondisi ini berbahaya jika dibiarkan, karena minimnya menit bermain di klub berdampak langsung pada kebugaran dan ketajaman pemain di level internasional.

Bagi pelatih Patrick Kluivert, menjaga keseimbangan antara kualitas teknis dan kesiapan fisik para pemain menjadi krusial demi satu tujuan besar: lolos ke Piala Dunia 2026. (dam)

Editor : Damianus Bram
#timnas indonesia #Pemain Abroad #Rafael Struick #sandy walsh #Ragnar Oratmangoen #Nathan Tjoe-A-On