SOLOBALAPAN.COM - Indonesia kembali menarik perhatian para pemain diaspora yang memiliki darah Nusantara.
Salah satu nama terbaru yang muncul adalah Dean Zandbergen, penyerang muda asal Belanda yang secara terbuka menyatakan minatnya untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Pengakuan tersebut disampaikan Dean saat berbincang di sebuah podcast bersama Yussa Nugraha.
Dalam percakapan itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki darah Indonesia dari garis keturunan sang ibu.
"Dari keluarga ibu saya, mereka dari Depok. Ibu saya bilang masih ada keluarga di sana (Depok, Jawa Barat), dia juga pernah ke sana tak begitu lama," tutur Zandbergen.
"Nenek saya adalah anak satu-satunya dari orang tuanya. Dia kemudian pergi (dari Indonesia) ke Belanda. Ibu saya senang saat berada di Indonesia dan kerap berkunjung ke tante dan om," sambungnya.
Pernyataan tersebut tentu memantik rasa penasaran publik sepak bola Indonesia: siapa sebenarnya Dean Zandbergen, dan apakah dia cukup potensial untuk memperkuat skuad Garuda di ajang internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026?
Dean lahir di Zoetermeer, sebuah kota kecil di provinsi Holland Selatan, Belanda, pada 5 September 2001. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan si kulit bundar.
Perjalanan sepak bolanya dimulai dari klub lokal TOGB (Tot Ons Genoegen Berkel) hingga tahun 2015.
Ia kemudian bergabung dengan akademi Excelsior Rotterdam selama tiga tahun.
Kariernya terus berkembang, termasuk memperkuat klub BVV Barendrecht pada musim 2019–2020 dan RKVV Westlandia di tahun berikutnya.
Di sinilah performanya mulai menarik perhatian, hingga akhirnya digaet oleh klub Excelsior Maassluis pada 2021—klub yang bermain di kasta kedua sepak bola Belanda.
Sayangnya, persaingan ketat di level profesional membuatnya kembali ke TOGB yang saat itu bermain di tingkat yang lebih rendah.
Namun, musim 2022/2023 menjadi momen kebangkitannya: mencatat 19 gol dari 33 pertandingan.
Performanya yang impresif ini sempat dilirik oleh klub Eredivisie, Sparta Rotterdam, meski pelatih utama memutuskan dirinya belum cukup siap untuk bersaing di liga tertinggi.
Zandbergen yang memiliki tinggi badan 188 cm kemudian dialihkan ke Jong Sparta, tim lapis kedua Sparta Rotterdam.
Di sana, ia mencetak lima gol dari 32 penampilan dalam satu musim.
Tantangan baru datang di musim 2024/2025 ketika ia menerima tawaran dari FC Dordrecht, klub yang juga bermain di divisi dua Belanda.
Baca Juga: Profil Zahaby Gholy, Wonderkid Persija Jakarta Sekaligus Winger Lincah Andalan Timnas Indonesia U-17
Meski hanya semusim, ia mampu menorehkan tiga gol dari 24 laga. Paruh musim berikutnya, ia pindah ke VVV Venlo dan telah tampil enam kali meski belum mencetak gol.
Performa yang konsisten di level profesional membuat publik bertanya-tanya: apakah PSSI akan mengambil langkah konkret untuk membawa Zandbergen menjadi bagian dari Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi?
Sampai artikel ini ditulis, belum ada komunikasi resmi dari federasi kepada sang pemain, yang berarti belum dimulainya proses naturalisasi.
Namun, dengan latar belakang keturunan Indonesia serta pengalaman bermain di level profesional Eropa, Dean Zandbergen bisa menjadi salah satu aset potensial yang layak dipertimbangkan PSSI demi memperkuat lini depan Timnas di masa depan.
Jika dikelola dengan tepat, kehadiran Zandbergen bisa memberikan dimensi baru dalam strategi serangan tim nasional—khususnya menghadapi lawan-lawan tangguh di pentas internasional.
Potensi ini tentunya tidak boleh diabaikan, terlebih dengan peluang besar menuju Piala Dunia 2026 yang semakin terbuka. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo