Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Dessy Arfianto? Sosok di Balik Kontroversi Proses Drawing Liga 4 Indonesia yang Bikin Geram Erick Thohir

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 14 April 2025 | 00:06 WIB

 

Dessy Arfianto bikin geram Erick Thohir.
Dessy Arfianto bikin geram Erick Thohir.

SOLOBALAPAN.COM - Proses pengundian jadwal pertandingan Liga 4 Indonesia belakangan ini menjadi sorotan hangat publik, usai beredarnya sebuah video yang menampilkan momen yang dianggap mencurigakan.

Video yang viral tersebut memperlihatkan seorang pria berbaju Timnas Indonesia tengah mengambil bola undian, namun sempat menyembunyikan tangannya di bawah meja sebelum membuka hasil undian.

Gestur tersebut memicu spekulasi luas dan pertanyaan besar di kalangan pecinta sepak bola nasional, terutama terkait transparansi dan integritas dalam pelaksanaan drawing sebuah kompetisi resmi, meskipun di level amatir.

Sosok pria dalam video itu kemudian diketahui bernama Dessy Arfianto, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk periode 2023–2027.

Ia bukan figur baru dalam lingkaran sepak bola nasional, karena sebelumnya juga pernah dipercaya sebagai Deputi Sekjen PSSI yang membidangi urusan operasional sepak bola.

Kehadiran Dessy dalam proses drawing Liga 4 langsung mengundang berbagai reaksi dari warganet dan publik sepak bola tanah air.

Banyak pihak mempertanyakan keabsahan hasil pengundian yang dilakukan, serta mendesak agar proses tersebut diulang dengan cara yang lebih terbuka dan dapat diaudit.

Kontroversi ini mencuat setelah akun @medsos_rame mengunggah video tersebut pada Sabtu, 12 April 2025.

Sejak itu, gelombang komentar dan kecaman pun mengalir deras di media sosial.

Sebagian besar menyoroti pentingnya fair play dan transparansi, bahkan di level kompetisi yang masih tergolong amatir seperti Liga 4.

Merespons insiden ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut menyampaikan kekecewaannya.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan integritas harus menjadi landasan utama dalam setiap kompetisi di bawah naungan PSSI, termasuk Liga 4 yang menjadi basis pembinaan bakat muda di daerah.

“Kami menyesalkan pelaksanaan drawing Liga 4 yang berlangsung secara tidak profesional dan tidak transparan. Jangan pernah main-main dengan kompetisi Liga!” tegas Erick Thohir.

“Demi menjunjung fair play dan integritas kompetisi, kami mendesak agar dilakukan drawing ulang dengan prosedur yang jelas, adil, dan melibatkan semua pihak terkait,” imbuhnya.

Sebagai kompetisi di kasta terbawah dalam struktur liga sepak bola nasional, Liga 4 memang belum sepenuhnya mendapat perhatian besar dari publik.

Namun, kompetisi ini memiliki peran vital dalam membentuk fondasi pembinaan sepak bola Indonesia.

Karena itu, segala bentuk pelanggaran atau praktik yang mencederai integritasnya perlu ditindak tegas.

Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI terus berupaya melakukan reformasi menyeluruh di semua tingkatan kompetisi—termasuk Liga 4—dengan meningkatkan kualitas manajemen klub, wasit, pelatih, dan sistem kompetisi secara umum.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga, bahwa akuntabilitas harus dijaga tanpa pandang kasta liga.

Transparansi bukan hanya penting di level profesional, tapi juga menjadi syarat mutlak agar kepercayaan publik terhadap sepak bola nasional bisa terus tumbuh dan tidak tergerus. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#erick thohir #Dessy Arfianto #drawing liga 4 #kontroversi