SOLOBALAPAN.COM - Pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales mulai menemukan perasaan positif jelang MotoGP Amerika 2024.
Masih berjuang adaptasi dengan motor KTM, Maverick Vinales belum mendapat hasil yang diinginkan balapan MotoGP Argentina.
Pembalap asal Spanyol tersebut hanya mampu finis di posisi 18 di sprint race, dan posisi 12 saat balapan utama di Termas de Rio Hondo, Argentina.
Setelah seri Argentina, Maverick Vinales mengaku bahwa ia akan meninggalkan negara Amerika Latin itu dengan tanda-tanda positif.
"Sejujurnya di Argentina, saya berpikir dan berpikir tentang bagaimana cara meningkatkan feeling saya," kata Vinales dikutip dari Motosan.es.
"Saya mengubah sedikit posisi saya di atas motor. Itu pertanda baik, karena tiba-tiba saya punya kecepatan bagus saat melibas tikungan dan pengereman motor," ucapnya.
"Setidaknya kecepatannya setara dengan para pembalap pabrikan KTM, yang memiliki banyak pengalaman dengan motornya. Jadi itu pertanda baik. Itu adalah sebuah langkah maju.
Mantan pembalap Yamaha ini mengatakan jika dirinya bisa stres jika terlalu fokus pada hasil.
"Tapi jika kita fokus pada prosesnya, bagaimana kita, itu adalah pertanda baik. Kami melihat sedikit cahaya. Kami harus berkonsentrasi untuk mengambil langkah maju setiap akhir pekan," lanjutnya.
Namun, Vinales menjelaskan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal ergonomi.
"Sejujurnya, kami masih tersesat dalam hal apa yang terbaik. Jadi ini akan membutuhkan waktu dan kerja keras," jelasnya.
"Dan ya, saya tahu betul bahwa tiba-tiba saja (kami bisa membalikkan keadaan), seperti yang terjadi pada saya di masa lalu," ungkapnya.
"Namun, hal tersebut membutuhkan waktu dan Anda tidak boleh menyerah, Anda harus selalu berusaha untuk konsisten," ucapnya.
Namun, ini adalah contoh lain dari kesulitan yang harus dihadapi pabrikan asal Austria ini di awal musim.
Vinales percaya bahwa pabrikan KTM harus realistis menghadapi MotoGP Amerika 2025 yang digelar di Circuit of The Americas (COTA).
"Saya rasa kami tidak berada di posisi yang sama dengan Ducati. Kami tidak berada di sana, dan kami harus realistis," ujarnya.
"Tapi kami harus berada di level pabrikan berikutnya. Jadi kami akan mencoba untuk meningkatkan diri setiap akhir pekan," tegasnya.
Jadi Vinales akan menuju MotoGP Amerika 2025 dengan cara yang sangat berbeda dari tahun 2024.
Sekadar informasi, Vinales merupakan pemenang balapan MotoGP Amerika tahun lalu.
Menggunakan motor Aprilia, Vinales berhasil mengalahkan para pembalap Ducati.
"Mungkin COTA bisa menjadi trek di mana kami bisa membalikkan keadaan. Jadi kami harus sangat fokus," tuturnya.
"Dan jelas rasanya akan berbeda karena tahun lalu saya sangat cepat. Jadi kita lihat saja nanti. Yang terpenting saya ingin mencatat waktu yang bagus. Jadi saya akan berusaha keras di COTA," tutupnya.(np)
Editor : Nur Pramudito