SOLOBALAPAN.COM - Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, memberikan masukan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk mengurangi pencarian pemain keturunan dengan ras bule di Timnas Indonesia.
Musisi yang juga dikenal sebagai pentolan grup band Dewa 19 ini mengusulkan agar PSSI lebih memprioritaskan pencarian pemain keturunan dari negara-negara Asia atau Afrika.
“Saya adalah orang yang mendukung proyek naturalisasi. Bahkan, saya setuju jika jumlahnya mencapai 50 persen, bahkan lebih.
Ini adalah bagian dari revolusi dalam dunia sepakbola. Dan namanya revolusi, tentu saja, harus ekstrem,” ujar Ahmad Dhani dilansir Solobalapan.com dari kanal YouTube TV Parlemen, Rabu (5/3/2025).
“Namun, saya punya saran agar kita mengurangi pemain yang terlihat ‘bule’, seperti yang berambut pirang dan bermata biru. Penampilan seperti itu kurang cocok untuk Indonesia.
Sebaiknya, kita cari pemain keturunan dari negara-negara yang rasnya lebih serupa dengan kita, seperti Korea Selatan atau negara-negara di Afrika.
Tidak masalah jika jumlahnya banyak, yang penting kulit mereka serupa dengan kita,” tambah pria yang kini berusia 52 tahun ini.
Selain itu, Ahmad Dhani juga mengemukakan ide lain yang cukup unik.
Ia mendorong PSSI untuk mempertimbangkan naturalisasi bagi pemain sepakbola berbakat yang sudah pensiun, atau yang usianya lebih dari 40 tahun.
Ahmad Dhani mengusulkan agar eks-pemain sepakbola yang telah pensiun dipasangkan dengan wanita Indonesia.
Anak-anak dari pasangan ini, menurutnya, diharapkan bisa menjadi pemain sepak bola yang berbakat di masa depan.
“Proyek naturalisasi tidak harus selalu melibatkan pemain yang aktif. Bisa juga kita lakukan untuk pemain sepak bola yang sudah berusia di atas 40 tahun, yang sudah pensiun. Lalu, mereka bisa dijodohkan dengan perempuan Indonesia.
Harapannya, anak dari pasangan tersebut dapat berkembang menjadi pesepakbola top,” jelas Ahmad Dhani, yang dikenal dengan kemampuannya dalam menciptakan lagu-lagu hit.
“Ini memang agak berbeda dari yang biasa, namun saya pikir ini bisa dipertimbangkan untuk anggaran tahun 2026.
Kita bisa mencari pemain di atas 40 tahun yang bersedia dinaturalisasi. Mungkin yang sudah duda, lalu kita carikan jodoh di Indonesia,” tambahnya, yang memancing tawa dari peserta rapat.
Meskipun ide tersebut terdengar tidak biasa, Komisi X DPR RI telah menyetujui permohonan naturalisasi untuk Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy.
Rapat paripurna DPR untuk membahas hal ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2025.
Setelah proses di DPR selesai, langkah berikutnya adalah menunggu surat Keputusan Presiden (Kepres) yang akan mengesahkan naturalisasi mereka.
Setelah Keprres diterbitkan, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy akan menjalani proses pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan beralih federasi.
Proses tersebut diharapkan bisa selesai pada Senin, 10 Maret 2025, karena 10 Maret 2025 adalah batas terakhir pendaftaran pemain untuk laga Timnas Indonesia vs Timnas Australia yang akan dilaksanakan pada Kamis, 20 Maret 2025.
Selain itu, langkah menuju naturalisasi pemain-pemain berbakat dengan latar belakang yang lebih beragam, seperti yang disarankan oleh Ahmad Dhani, juga mencerminkan upaya PSSI dalam menjajaki peluang globalisasi sepak bola Indonesia.
Dengan meningkatkan kualitas dan keragaman pemain, Timnas Indonesia diharapkan bisa bersaing lebih ketat di level internasional, baik dalam hal teknik maupun komposisi pemain. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo