Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Tagar 'STY Tanpa Diaspora Nol' Menggema di Sosial Media, Diduga Ulah Buzzer yang Ingin Serang Shin Tae-yong

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 24 Desember 2024 | 00:36 WIB
Shin Tae-yong (STY) saat melatih Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong (STY) saat melatih Timnas Indonesia.

SOLOBALAPAN.COM - Kegagalan Timnas Indonesia untuk melangkah ke semifinal Piala AFF 2024 atau ASEAN Cup 2024 memicu berbagai reaksi dari pendukung setia, yang menuntut pertanggungjawaban dari pelatih Shin Tae-yong (STY).

Reaksi tersebut mencuat dalam bentuk protes yang melibatkan tagar #STYTanpaDiasporaNol yang mulai ramai di media sosial, khususnya di platform X.

Namun, dalam perkembangan terbaru, terungkap bahwa tagar tersebut diduga merupakan hasil kerja para buzzer yang sengaja digerakkan untuk mempengaruhi opini publik.

Dugaan ini mencuat setelah seorang pengguna X, yang menggunakan nama akun aingriwehuy, mengungkapkan bahwa ia sempat dihubungi oleh seorang oknum yang menawarkan pekerjaan menjadi buzzer.

Akun tersebut menyampaikan informasi mengejutkan, “BREAKING: Ada yang menggerakkan buzzer untuk menggiring buruk terhadap Coach STY.

siapaa nihh yang menggerakkan buzzer, yukk semua fans Timnas Indonesia Bersatu melawan buzzer buzzer tol*l,” yang kemudian dibagikan secara luas di media sosial pada Senin (23/12/2024).

Tangkapan layar percakapan antara akun tersebut dan oknum yang menawarkan pekerjaan buzzer pun kemudian tersebar, memperlihatkan tawaran berupa bayaran yang cukup besar.

Lantas, berapa besaran honor yang ditawarkan oleh oknum tersebut kepada para buzzer?

Di dalam salah satu tangkapan layar percakapan yang beredar, tampak oknum tersebut memberikan instruksi yang jelas tentang bagaimana buzzer harus merespons.

"Narasi reply tidak boleh pendek, tidak boleh copas akun lain, narasi minimal 5 kata, narasi pendek = ga dibayar," demikian bunyi pesan yang dikirimkan.

Selain itu, oknum tersebut juga menginformasikan bahwa para buzzer akan dibayar Rp700 ribu untuk setiap postingan yang mereka buat dengan menggunakan tagar #STYTanpaDiasporaNol.

"Prepare jam 9.20 ya, pahami dulu ya, fee 700rb langsung cair (ikut jadwal payment). Handle sahila x ika nury," tulis pesan tersebut.

Kabar mengenai bayaran menggiurkan ini langsung menarik perhatian banyak pihak, mengingat semakin banyak cuitan yang menggunakan tagar tersebut di media sosial.

Tak hanya itu, tagar lain seperti #STYOut juga semakin banyak bermunculan di timeline X.

Melihat hal tersebut, beberapa warganet pun mulai menghitung berapa besar dana yang digelontorkan untuk membayar para buzzer.

Salah seorang pengguna X, @mridho_17, menulis, "Tagar #STYOut ternyata akal-akalan buzzer-nya isunya, mereka dibayar 700k, sejauh ini, udah ada 5.620 postingan.

Kalau kita itung kasar Rp.700.000 x 5.620 = Rp393,4 juta, duit segitu daripada buat buzzer, kenapa gak buat pembenahan liga sama pembinaan," yang menyoroti betapa besar biaya yang dikeluarkan untuk kampanye ini.

Fenomena ini menimbulkan polemik yang lebih luas mengenai keberadaan buzzer di media sosial dan dampaknya terhadap opini publik.

Sementara itu, warganet mulai mempertanyakan bagaimana dana sebesar itu seharusnya bisa dialihkan untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat, seperti pengembangan liga dan pembinaan atlet yang lebih berkualitas. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #STY Tanpa Diaspora Nol #buzzer #tagar #shin tae-yong