SOLOBALAPAN.COM - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali membuat keputusan yang mengejutkan dengan tidak memanggil Elkan Baggott untuk pertandingan mendatang.
Sikap tegas sang pelatih yang terkenal keras kepala itu tampaknya berpotensi merusak skema "rahasia" Timnas Indonesia, yang sebelumnya telah terbukti efektif, terutama dalam laga melawan Jepang.
Meskipun Shin Tae-yong memiliki hak penuh untuk menentukan siapa saja yang dipanggil ke dalam skuad.
Namun, Keputusan untuk mengesampingkan Baggott secara tidak langsung berisiko menghilangkan taktik berbahaya yang telah membawa hasil positif.
Sejak Elkan Baggott menolak panggilan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 pada Mei lalu, bek asal Blackpool FC ini memang terus dipinggirkan.
Padahal, Baggott memiliki peran krusial dalam salah satu skema serangan yang terbukti ampuh: lemparan ke dalam dari Pratama Arhan yang kemudian disundul oleh Baggott.
Dengan tinggi badan 1,96 meter, Baggott merupakan pemain tertinggi dalam skuad Timnas Indonesia, dan kehadirannya di area kotak penalti lawan memberikan keuntungan besar dalam situasi seperti ini.
Salah satu contoh terbaik dari kerjasama keduanya terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Grup D Piala Asia 2023 pada Januari 2024.
Meskipun Indonesia tertinggal 3-0 pada saat itu, Garuda tidak menyerah begitu saja.
Di menit-menit akhir, lemparan ke dalam Arhan berhasil disundul oleh Baggott, dan bola yang memantul kemudian disambar oleh Sandy Walsh untuk mencetak gol.
Meskipun Indonesia akhirnya kalah dengan skor 1-3, gol tersebut menjadi bukti bahwa kombinasi lemparan ke dalam Arhan dan sundulan Baggott mampu mengancam pertahanan Jepang yang dikawal oleh Zion Suzuki.
Lantas apa alasan Elkan Tidak dipanggil STY?
Ternyata, alasannya tetap sama yakni STY tidak menyukai pemain yang Indisipliner.
Hal ini terjadi lantaran Elkan tidak hadir dalam panggilan Timnas Indonesia saat Piala Asia U-23 dan Play-off Olimpiade Paris 2024.
Menurut berbagai sumber ia telah masuk dalam daftar blacklist STY dan akan dipanggil jika ia meminta maaf.
Meskipun tidak diperkuat Elkan Baggott, Timnas Indonesia telah kedatangan Kevin Diks yang memiliki tinggi 1,82 m di lini belakang dan bermain untuk Tim FC Copenhagen.
Dimana klub tersebut merupakan tim yang sering berlaga di UCL kompetisi paling bergengsi di Eropa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo