BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Tangis duka mengiringi kepulangan Deni Dwi Saputra, warga Boyolali yang menjadi korban kapal tenggelam di Banjarmasin. Setelah melalui proses pencarian selama beberapa hari, jenazah Deni akhirnya ditemukan dan dipastikan oleh keluarga sebagai salah satu korban.
Jenazah Deni rencananya dimakamkan pada Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di pemakaman Dukuh Gading, yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.
Paman sekaligus kerabat korban, Mawardi, tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan kembali kabar terakhir dari Deni sebelum musibah terjadi.
Dengan suara terbata-bata, Mawardi mengatakan, istri Deni sempat menerima panggilan telepon dari korban pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak sempat dijawab karena sang istri tertidur.
“Pada jam satu dini hari Minggu tanggal 13 September istrinya dapat telepon dari Mas Deni namun ketiduran tidak terjawab. Paginya sekitar jam 4 subuh sudah dapat kabar kalau kapal itu sudah tenggelam,” ujar Mawardi.
Baca Juga: Willie Salim Ungkap Momen Khitan di Usia 24 Tahun, Ditemani Ustaz Derry Sulaiman dan Gelar Syukuran
Sejak saat itu, keluarga menanti kabar mengenai keberadaan Deni di tengah proses pencarian korban kapal yang tenggelam di Banjarmasin tersebut.
Identitas Deni Dikenali dari Kaos Komunitas Sopir Boyolali
Harapan keluarga akhirnya mendapatkan titik terang setelah tim pencari menemukan jenazah pada Selasa (22/9/2026).
Identitas awal korban dikenali dari pakaian yang ditemukan, salah satunya kaos biru bertuliskan Komunitas Sopir Boyolali, serta jaket milik Deni.
Keluarga kemudian mendapat kabar dari Basarnas pada Rabu (23/9/2026) bahwa jenazah tersebut dipastikan merupakan Deni Dwi Saputra.
“Pertama yang ditemukan identitas dari kaos biru komunitas sopir Boyolali, kemudian jaketnya juga ditemukan akhirnya sudah positif,” jelas Mawardi.
Deni ditemukan di dalam badan kapal. Ia merupakan salah satu dari sembilan korban yang berhasil ditemukan dalam proses pencarian.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi sebelum akhirnya dipulangkan ke Boyolali.
Tulang Punggung Keluarga
Kepergian Deni menjadi pukulan berat bagi keluarga. Pasalnya, pria tersebut selama ini menjadi salah satu tulang punggung keluarga.
Mawardi menuturkan, ayah Deni yang sebelumnya bekerja sebagai sopir telah meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu karena sakit.
Truk yang sebelumnya digunakan sang ayah kemudian diwariskan kepada Deni. Kendaraan tersebut digunakan Deni untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan ibu serta keluarganya.
Baca Juga: Tari Prajuritan Kabupaten Semarang: Jejak Semangat Prajurit dalam Gerak Tari Tradisional
Deni juga diketahui baru sekitar sembilan bulan menikah, tepatnya pada 30 Desember 2025. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Bagi keluarga, kehilangan Deni bukan hanya kehilangan seorang anggota keluarga, tetapi juga sosok yang selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Keluarga merasa sangat terpukul dan kehilangan, mengingat korban merupakan tulang punggung keluarga,” tutur Mawardi.
Kini, keluarga hanya bisa mengiringi kepulangan Deni ke tempat peristirahatan terakhir. Jenazah dijadwalkan dimakamkan Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di pemakaman Dukuh Gading, tak jauh dari rumah duka. (fid/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com