Waspada Bencana Kebakaran, BPBD Kota Surakarta Larang Warga Bakar Sampah dan Main Api

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:15 WIB
ILustrasi pembakaran sampah. (Dok. JawaPos.com)
ILustrasi pembakaran sampah. (Dok. JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM — Memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sepanjang Agustus hingga September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta meningkatkan status kewaspadaan.

Masyarakat diimbau keras untuk tidak bermain api sembarangan serta menghentikan aktivitas pembakaran sampah guna mencegah bencana kebakaran.

Kepala BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, menegaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat krusial.

Berkaca dari insiden kebakaran pemukiman yang baru-baru ini melanda kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, para orang tua diminta lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain pemicu api.

“Imbauan terus kami sampaikan, jangan sembarangan main api, jangan melakukan pembakaran sampah, dan sebagainya. Di luar itu personel juga standby 24 jam jika terjadi hal tidak diinginkan,” ujar Ari Dwi Daryatmo, Jumat (28/8/2026) siang.

Baca Juga: Dua Anak Luka Bakar dalam Kebakaran Rumah Pengrajin Kursi Busa di Pajang

Gencarkan Pelatihan Mitigasi dan Simulasi Evakuasi Bencana

Tidak hanya BPBD, jajaran kebencanaan lainnya seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta juga ikut melipatgandakan kesiapsiagaan. Selain menyebarkan imbauan keselamatan, berbagai pelatihan lapangan rutin digelar untuk mengasah mitigasi bencana.

Materi pelatihan meliputi penanganan kebocoran dan kebakaran gas elpiji, kompor terbakar, hingga teknik melokalisasi kobaran api agar tidak menyebar luas.

Tak hanya itu, simulasi evakuasi bencana di kawasan perkantoran dan gedung bertingkat turut dilaksanakan, seperti yang digelar di kompleks Balaikota Surakarta.

“Pelatihan bencana, mitigasi, evakuasi sering kita lakukan, begitu juga dengan latihan bersama seperti ini. Selain itu pelatihan di kelurahan hingga swasta juga rutin dilakukan,” beber Ari.

Peringatan BMKG dan Pesan Wawali Astrid Widayani

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD mengingatkan bahwa potensi ancaman kekeringan serta kebakaran lahan maupun pemukiman dapat mengintai sewaktu-waktu di Kota Solo.

Pesan senada turut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing dari potensi pemicu kebakaran.

“Musim kemarau panjang seperti ini bencana kekeringan, kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami minta masyarakat lebih waspada akan potensi bencana yang muncul di musim seperti ini,” tegas Astrid Widayani. (ves/dam)

Editor : Damianus Bram
main api bakar sampah kemarau kebakaran bpbd kota surakarta