Perjuangan Berakhir Duka, Pasien Obesitas Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Dunia

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Proses pemakaman warga sragen dengan bobot mendekati 300 kg dilakukan oleh Tim Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)
Proses pemakaman warga sragen dengan bobot mendekati 300 kg dilakukan oleh Tim Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Perjuangan wanitia berinisial I, warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, menghadapi kondisi obesitas ekstrem akhirnya berakhir duka. Perempuan berusia 39 tahun itu meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) setelah sehari sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen akibat mengalami sesak napas.

Kepergian Isnani menyisakan kisah pilu. Dengan bobot tubuh yang dilaporkan mendekati 300 kilogram, proses evakuasi dari rumah menuju rumah sakit sehari sebelum meninggal berlangsung cukup dramatis.

Tim Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Sragen bahkan harus mengerahkan sekitar 15 petugas untuk membantu mengevakuasi Isnani dari rumahnya.

Baca Juga: PGS Berakhir, Ratusan Pekerja Terdampak dan Pedagang Berburu Lokasi Baru

Proses evakuasi tersebut membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kondisi Isnani yang sudah tidak mampu berjalan menjadi salah satu kendala. Selain itu, akses dari kamar menuju pintu keluar rumah cukup sempit sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk membawa pasien menuju ambulans.

Sempat Sesak Napas Selama Tiga Hari

Sehari sebelum meninggal, kondisi Isnani dilaporkan terus menurun. Ia mengalami sesak napas cukup berat selama sekitar tiga hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan hilangnya nafsu makan. Menurut keluarga, Isnani bahkan tidak mau menyentuh makanan sejak sekitar sepekan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Setelah menjalani penanganan di IGD RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, kondisi Isnani tidak kunjung membaik hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Selasa.

Aktivitas Sehari-hari Hanya di Atas Tempat Tidur

Baca Juga: Satu Klik Bisa Menguras Rekening, Waspadai Link Phishing Perbankan

Adik ipar Isnani, Supriyanto, 36, mengatakan kondisi fisik almarhumah membuat aktivitas sehari-harinya sangat terbatas.

Isnani sudah tidak mampu berjalan sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan di kamar. Aktivitas seperti makan pun dilakukan di atas tempat tidur.

"Cuma di kamar saja, makan sehari-harinya juga di situ karena memang tidak bisa berjalan. Kata dokter sebenarnya tidak ada penyakit penyerta, cuma mungkin karena obesitasnya itu jadi susah bernapas," ungkap Supriyanto.

Kondisi tersebut membuat keluarga harus memberikan perawatan dan pendampingan secara intensif di rumah.

Jenazah Langsung Dimakamkan

Kesedihan menyelimuti rumah duka ketika ambulans yang membawa jenazah Isnani tiba. Keluarga yang telah menunggu kedatangan almarhumah tak kuasa menahan tangis.

Baca Juga: Siapa Sangka, Rich Brian Jadi Sosok di Balik Suara "Om Telolet Om" di Lagu HONK! NO NA

Jenazah Isnani bahkan tidak sempat diturunkan ke dalam rumah. Setelah doa singkat dilakukan di halaman, ambulans kemudian membawa jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang, untuk dimakamkan.

Kepergian Isnani menjadi duka mendalam bagi keluarga, terutama sang suami, Enggar, yang selama ini setia mendampingi dan merawatnya di rumah.

Keduanya diketahui belum dikaruniai buah hati. Meski demikian, Enggar tetap mendampingi Isnani melewati masa-masa sulit hingga akhir hayatnya.

Kisah Isnani menjadi pengingat tentang beratnya perjuangan seseorang yang mengalami obesitas ekstrem, terlebih ketika kondisi fisik sudah membatasi kemampuan untuk bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Perempuan obesitas pemakaman perempuan obesitas perempuan obesitas 300 kg proses evakuasi pemakaman perempuan obesitas sragen