Sidak Proyek Pasar Singosaren Senilai Rp737 Juta, Komisi II DPRD Solo Minta Pelaksana Kejar Keterlambatan

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB
Komisi II DPRD Solo gelar sidak proyek penataan plafon dan kabel Pasar Singosaren senilai Rp737 juta. Meski lelet 5 persen, hasil pengerjaan dinilai memuaskan. (ISTIMEWA)
Komisi II DPRD Solo gelar sidak proyek penataan plafon dan kabel Pasar Singosaren senilai Rp737 juta. Meski lelet 5 persen, hasil pengerjaan dinilai memuaskan. (ISTIMEWA)

 

SOLOBALAPAN.COM – Jajaran Komisi II DPRD Kota Surakarta (Solo) menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna meninjau proyek penggantian plafon serta penataan instalasi kabel listrik di Pasar Singosaren, Kamis (23/7/2026).

Proyek perbaikan fisik senilai kurang lebih Rp737 juta tersebut dinilai berjalan relatif baik dan rapi, meskipun dalam realisasinya sempat mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal skenario.

Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Honda Hendarto, guna memastikannya kesesuaian pengerjaan di lapangan dengan perencanaan awal.

"Dulu plafonnya sudah tidak karuan dan kabel listrik sangat semrawut. Maka kami komunikasikan dengan Dinas Perdagangan agar dianggarkan. Sekarang sudah terlaksana, penggantian plafon dan perapian kabel sudah diberi wadah khusus (kabel tray)," ujar Honda di sela-sela peninjauan.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai kualitas pengerjaan fisik terbilang memuaskan. Menurutnya, defisit progres waktu yang berada di angka 5 persen masih dalam taraf wajar dan diyakini dapat terkejar oleh pihak penyedia sebelum tenggat waktu berakhir.

"Saya kira cukup bagus. Ada keterlambatan waktu sekitar 5 persen, tapi pelaksana proyek harus bisa mengejar itu agar rampung tepat waktu. Batas akhirnya 10 Agustus 2026," lanjutnya.

Honda menegaskan, deviasi minus tersebut belum masuk ke ranah pelanggaran yang membutuhkan Surat Peringatan (SP).

Berdasarkan analisis tim konsultan perencana, kondisi kabel utama yang ada saat ini juga masih sangat layak sehingga tidak perlu diganti total.

"Kami sudah cek ke area atas, kabel tray memang sudah terpasang. Untuk kabelnya sendiri kata konsultan perencana masih sangat memenuhi standar," terangnya.

Guna menjaga keawetan bangunan, Honda mengimbau Dinas Perdagangan bersikap tegas kepada para pedagang agar tidak melakukan pengrusakan atau pembuatan lubang secara mandiri di plafon anyar tersebut.

DPRD Dorong Lanjutan Pengecatan Bangunan

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Solo, Agus Widodo, menyarankan agar penataan Pasar Singosaren tidak berhenti pada perbaikan interior plafon saja.

Ia mendorong adanya peremajaan cat dinding agar estetika pasar semakin memikat pengunjung.

"Pekerjaan saat ini sudah cukup baik. Selanjutnya biar lebih indah dan rapi, saya kira perlu dilanjutkan dengan pengecatan serta perawatan berkala agar fasilitas tetap terawat," tutur Agus.

Baca Juga: Sisa Waktu 2 Pekan Tapi Pekerjaan Baru 68 Persen dan Terancam Molor, DPRD Solo Minta Pemkot Blacklist Kontraktor Pasar Kleco!

Sisi Luar Pasar Siap Dipasangi Lampu Sorot

Merespons masukan dewan, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Arif Handoko, membeberkan bahwa konsep penataan Pasar Singosaren memang akan merembet hingga ke bagian eksterior, mencakup perapian fasad, pengecatan, hingga tata pencahayaan.

"Setelah jaringan kabel dan plafon selesai, sisi luar yang kurang rapi akan kita benahi. Ada rencana pengecatan dan pembenahan lampu sorot (spot light) agar tampilan luar menarik di malam hari. Diupayakan terealisasi tahun ini," jelas Arif.

Arif menambahkan, khusus untuk pengadaan dan pemasangan lampu sorot luar, pihaknya akan bersinergi dengan PT Matahari Mas Putra (MMP) selaku pihak pengelola/penyewa lantai II dan III Pasar Singosaren.

"Desainnya sudah siap. Kami berharap pengerjaan diawali dengan pengecatan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan pemasangan spot light oleh pihak Matahari," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
Komisi II DPRD Solo Pasar Singosaren sidak honda hendarto dprd solo