Sisa Waktu 2 Pekan Tapi Pekerjaan Baru 68 Persen dan Terancam Molor, DPRD Solo Minta Pemkot Blacklist Kontraktor Pasar Kleco!

Antonius Christian • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:13 WIB
Komisi II DPRD Kota Solo sidak ke Pasar Kleco untuk melihat progres perawatan pasar. (A Christian/Radar Solo)
Komisi II DPRD Kota Solo sidak ke Pasar Kleco untuk melihat progres perawatan pasar. (A Christian/Radar Solo)

 

SOLOBALAPAN.COM – Proyek perawatan Pasar Sidodadi Kleco terancam tidak selesai tepat waktu. Komisi II DPRD Kota Surakarta (Solo) menilai progres pekerjaan di lapangan masih jauh dari target, sementara masa kontrak kerja hanya menyisakan waktu sekitar dua pekan.

Jajaran wakil rakyat bahkan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak ragu mengambil langkah tegas memutus kontrak sekaligus memasukkan nama pelaksana ke dalam daftar hitam (blacklist) apabila gagal mengejar keterlambatan.

Penegasan tersebut disampaikan usai Komisi II DPRD Kota Solo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di Pasar Kleco pada Kamis (23/7/2026).

Dari hasil peninjauan, progres pengerjaan tercatat mengalami defisat alias tertinggal hingga hampir 20 persen dari skenario target awal.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Honda Hendarto, menegaskan bahwa sorotan utama dewan saat ini berfokus pada efisiensi sisa waktu pengerjaan.

"Yang menjadi persoalan sekarang waktunya memungkinkan atau tidak. Keterlambatannya sudah hampir masuk kriteria SP2, progresnya tertinggal hampir 20 persen, sementara durasi waktu pekerjaan tinggal sedikit," ujar Honda.

Politikus PDI Perjuangan itu mendesak kontraktor pelaksana untuk segera melakukan percepatan ekstrem dengan menambah jumlah tenaga kerja serta menerapkan skema jam lembur.

"Kalau memang ingin menutup keterlambatan, ya harus tambah tenaga kerja dan jam kerja. Jangan dibiarkan minim seperti sekarang," kritiknya.

Honda juga meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo beserta konsultan pengawas bersikap independen dan tegas.

"Kalau setelah evaluasi Show Cause Meeting (SCM) kedua hasilnya masih meragukan, ya putus kontrak saja sesuai regulasi. Kontraktornya juga harus di-blacklist supaya jadi pelajaran," tegasnya.

Tenaga Kerja Minim, Utang Pekerjaan Menumpuk

Anggota Komisi II DPRD Kota Solo, Baruno Wasita Aji, menilai sisa waktu sekitar 15 hari kelender ini hanya bisa terselamatkan jika pelaksana proyek bekerja ekstra maksimal. Berdasarkan data pemantauan dewan, deviasi proyek saat ini tercatat minus sekitar 16 persen.

"Artinya masih banyak 'utang' pekerjaan yang harus diselesaikan. Mau tidak mau harus lembur dan tenaga kerja ditambah secara signifikan," kata Baruno.

Ia menekankan bahwa pengerjaan fisik seperti pemasangan keramik, perbaikan atap, hingga penataan area interior harus digarap secara paralel agar saling mengejar target.

Baruno turut menyentil minimnya alokasi tukang di lokasi. Menurut kalkulasi teknis, proyek perawatan pasar idealnya dikerjakan minimal oleh 13 orang sejak awal. Namun di lapangan, proyek tersebut hanya digarap sekitar tujuh orang pekerja.

"Kalau kondisi darurat begini, minimal harus ada 25 pekerja. Semua jenis pekerjaan berjalan bersamaan. Kontraktor harus profesional karena yang dirugikan pada akhirnya adalah pedagang dan masyarakat pengguna fasilitas umum ini," tandasnya.

Baca Juga: Cekcok Pengemudi Alphard vs Satpam di Bundaran HI: Pamer KTA dan Ngaku Aparat Usai Ditegur Menerobos Lampu Merah

Disdag Buka Suara Soal Peluang Tambahan Waktu

Menanggapi temuan dewan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Arif Handoko, membenarkan bahwa progres proyek perawatan Pasar Sidodadi Kleco saat ini baru menyentuh angka 68,54 persen.

Capaian itu masih di bawah batas ambang minimal 75 persen yang disyaratkan untuk pemberian keringanan tambahan waktu pengerjaan.

"Kalau sampai target minimal 75 persen tidak tercapai saat akhir masa kontrak, nanti mekanismenya bisa berupa pemberian tambahan waktu pengerjaan, namun dengan konsekuensi pengenaan denda harian sesuai regulasi," terang Arif.

Kendati demikian, Arif menilai peluang mengejar tenggat waktu masih terbuka lebar apabila pihak kontraktor berkomitmen menambah jumlah tukang dari 8 orang menjadi minimal 25 orang per hari secara konsisten.

Di sisi lain, Pemkot Solo memastikan aktivitas perekonomian di Pasar Kleco tetap berjalan kondusif. Sebanyak 14 pedagang yang terdampak langsung oleh area renovasi telah dipindahkan sementara ke selasar relokasi. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Radar Solo
Pasar Kleco Pasar Sidodadi blacklist dprd kota solo pemkot solo