Komunikasi dengan Pemkot Mentok, Ratusan PKL Sunday Market Manahan Ngadu ke Rumah Jokowi

Antonius Christian • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:47 WIB
Seribuan PKL Sunday Market Manahan mendatangi rumah Jokowi di Sumber. (Dok. Ist)
Seribuan PKL Sunday Market Manahan mendatangi rumah Jokowi di Sumber. (Ist)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Buntut tak kunjung dapat kepastian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, perwakilan Pedagang Kali Lima (PKL) Sunday Market Manahan nekat mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Senin (20/7/2026).

Sambil membentangkan spanduk berisi komitmen dan aspirasi, para pedagang menagih janji pembukaan kembali aktivitas pasar tumpah yang telah lama dibekukan tersebut. Kedatangan mereka diakui bukan untuk menggelar aksi unjuk rasa anarkis, melainkan bentuk keputusasaan akibat jalur audiensi formal dengan pemerintah daerah yang terus menemui jalan buntu.

Koordinator aksi, Fajar, mengungkapkan bahwa komunitas pedagang memiliki ikatan emosional mendalam dengan Jokowi sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo. Atas dasar sejarah itu, mereka berharap Jokowi mau turun tangan menjadi mediator atau penengah.

Baca Juga: Jejak Trem di Solo, Moda Transportasi yang Pernah Menghidupkan Denyut Kota

"Kami relawan Sunday Market Manahan yang sejak Bapak Jokowi menjadi Wali Kota selalu mendukung beliau. Sampai sekarang kami masih solid. Kedatangan kami untuk menyampaikan komitmen sekaligus harapan agar Sunday Market Manahan bisa dibuka kembali," ujar Fajar di lokasi.

Mata Pencaharian 1.000 Lebih Pedagang Terancam

Fajar menegaskan, penutupan operasional Sunday Market Manahan yang berlarut-larut berimbas fatal terhadap perekonomian warga. Ada lebih dari 1.000 pedagang yang kini kehilangan sumber penghasilan utama akibat nihilnya kejelasan izin dari otoritas setempat.

Upaya diplomasi sejatinya telah berulang kali ditempuh. Namun, respon dari Pemkot Solo dinilai sangat minim dan tak memberikan kepastian.

"Komunikasi sudah kami lakukan, audiensi juga sudah pernah diajukan. Tetapi memang belum terlaksana. Terakhir (upaya audiensi) itu sekitar setahun yang lalu," bebernya.

Baca Juga: Bengawan Solo Kembali Makan Korban, Pemuda Sragen Hilang Terseret Arus Saat Berendam

Menagih Obral Janji Politik

Tak hanya menyoal masalah komunikasi yang buntet, Fajar secara terbuka menyindir komitmen politik yang pernah dihembuskan saat momentum Pilkada lalu terkait pembukaan kembali kawasan berdagang Sunday Market Manahan. Hingga kini, janji manis tersebut dinilai cuma jadi angin segar tanpa realisasi nyata di lapangan.

"Makanya kami datang untuk mengingatkan janji itu. Kami berharap ada perhatian sehingga persoalan ini bisa segera diselesaikan," tegas Fajar.

Masyarakat pedagang kini menyandarkan harapan terakhir mereka kepada sosok Jokowi untuk dapat menjembatani sekaligus memecah kebuntuan komunikasi dengan jajaran Pemkot Solo.

"Harapan kami sederhana, Pak Jokowi bisa membantu membuka komunikasi dengan pemerintah kota agar Sunday Market dibuka kembali dan para pedagang dapat kembali mencari nafkah," pungkasnya. (atn/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
PKL Sunday Market datangi rumah Jokowi relawan Sunday Market jokowi audiensi pemkot solo