SOLOBALAPAN, PENDIDIKAN — Langkah awal menuju dunia pelayanan kesehatan nyata resmi dimulai oleh puluhan calon tenaga kesehatan muda.
Sebanyak 54 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Estu Utomo mengikuti prosesi sakral ucap janji dan pemasangan cap profesi (capping day) sebagai bekal penting sebelum diterjunkan langsung menjalani praktikum klinis di rumah sakit.
Kegiatan seremonial yang berlangsung khidmat di Hotel Multazam pada Senin (13/7/2026) ini mengusung tema besar "From Caping to Caring: Transformasi Menghasilkan Tenaga Kesehatan Profesional dan SMART 2045".
Agenda ini menjadi penanda kuat bahwa para mahasiswa tingkat I telah siap bertransformasi dari sekadar mempelajari teori di ruang kelas menjadi pemberi asuhan kesehatan yang humanis.
Transformasi Akademik dan Penguatan Jejaring Internasional
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIKES Estu Utomo, Yanti, menjelaskan bahwa konsep From Caping to Caring diwujudkan melalui kurikulum komprehensif yang memadukan pendalaman teori, simulasi praktik laboratorium keterampilan, hingga fase pemantapan praktik klinis.
Para peserta prosesi kali ini merupakan mahasiswa semester dua yang telah dinyatakan lulus seleksi kompetensi internal laboratorium selama dua semester pertama.
Tak hanya fokus pada penguatan kompetensi lokal, kampus yang berbasis di Boyolali ini juga terus melebarkan sayapnya di kancah internasional dan penguatan tanggap darurat bencana daerah.
Program Internasional & Kesiapsiagaan Bencana: "Salah satu bentuk perluasan pengalaman mahasiswa adalah dengan mengirimkan empat mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan untuk mengikuti program magang intensif di Jepang selama satu tahun.
Saat ini program tersebut telah selesai dan para mahasiswa telah kembali aktif mengikuti perkuliahan.
Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas kebencanaan, kami juga aktif menjalin kerja sama dengan PMI serta BPBD Kabupaten Boyolali guna menggelar berbagai pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi seluruh sivitas akademika," urai Yanti pada Selasa (14/7/2026).
Tabel Detail Peserta, Sebaran Program Studi, dan Fokus Pelatihan
Guna memberikan pemetaan data yang rapi, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai profil kompetensi mahasiswa yang siap diterjunkan ke lapangan, berikut adalah rangkuman informasinya:
| Komponen Data | Jumlah / Rincian Aset | Fokus Transformasi & Catatan Klinis |
| Total Peserta Ucap Janji | 54 Mahasiswa (Tingkat I / Semester 2) | Telah menuntaskan pembelajaran teori makro dan uji praktik laboratorium. |
| Prodi Sarjana Keperawatan | 40 Mahasiswa | Diproyeksikan menguasai asuhan keperawatan umum dan spesifik rumah sakit. |
| Prodi Sarjana Kebidanan | 14 Mahasiswa | Difokuskan pada kompetensi pelayanan kesehatan ibu, anak, dan reproduksi. |
| Mitra Strategis Lokal | PMI dan BPBD Kabupaten Boyolali | Membekali keterampilan penanganan medis darurat dan mitigasi bencana. |
| Jejaring Internasional | Program Magang Kerja di Negara Jepang | Penguatan kompetensi klinis global dan adopsi etos kerja internasional. |
Pesan Kunci: Kuatkan Mental, Soft Skill, dan Rawat Kerahasiaan Pasien
Ketua STIKES Estu Utomo, Sarwoko, menitipkan pesan mendalam kepada seluruh anak didiknya yang akan segera memasuki lingkungan kerja medis yang dinamis.
Menurutnya, menjadi seorang tenaga kesehatan profesional membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademis.
Mahasiswa dituntut memiliki ketahanan mental yang kuat, menjaga etika berkomunikasi, selalu berpenampilan rapi, mampu bekerja dalam tim, serta wajib merawat kerahasiaan rekam medis pasien.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan rumah sakit mitra yang diwakili oleh Wakil Direktur Rumah Sakit Astrini Wonogiri, dr. Khoirul Adi, menyatakan kesiapan penuh dari pihak fasilitas kesehatan untuk menjadi wadah belajar bagi para mahasiswa.
Ia mengingatkan agar para mahasiswa bisa mengasah kemampuan empati interpersonal dan soft skill selama menghadapi pasien di bangku praktik.
Prosesi ucap janji ini menjadi momentum pengingat bahwa proses belajar di dunia medis tidak pernah mengenal kata usai, melainkan sebuah perjalanan belajar sepanjang hayat (life-long learning) demi kemaslahatan masyarakat luas.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo