Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Angka Kelahiran Menyusut, 7 SD Negeri di Solo Nyaris Tanpa Murid Baru

Alfida Nurcholisah • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:16 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyanto. (Alfida Nurcholisah/solobalapan.com)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyanto. (Alfida Nurcholisah/solobalapan.com)

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Evaluasi besar-besaran kini membayangi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo pasca-rampungnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Hasil seleksi tahun ini menyingkap fakta mencengangkan: kapasitas ruang kelas di sejumlah Sekolah Dasar (SD) negeri dinilai terlalu besar dan tidak lagi sebanding dengan jumlah riil anak usia sekolah yang mendaftar.

Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Ariyatno, membeberkan bahwa dari total daya tampung SD negeri tahun ini yang menyediakan 5.019 kursi, jumlah bangku yang berhasil terisi baru menyentuh angka 3.875 anak. Artinya, terdapat 1.144 kursi kosong yang tersebar di berbagai sekolah.

Baca Juga: Ironi Pangan: Ketika Peternak Ayam Solo Raya Terpaksa "Mandi Telur Busuk" Demi Menolak Gulung Tikar

Kondisi sisa kuota yang melimpah ini memicu rencana perombakan kebijakan besar-besaran di tahun mendatang.

Angka Kelahiran Menyusut, 7 SD Negeri Nyaris Tanpa Murid Baru

Menurut Dwi, fenomena merosotnya jumlah pendaftar ini linier dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya penurunan angka kelahiran serta menyusutnya populasi anak usia matang sekolah di Kota Solo.

"Menurut saya memang daya tampung kita terlalu besar. Jika merujuk data BPS, angka kelahiran turun. Jumlah usia sekolah juga turun. Potensinya memang perlu dirasionalisasi, meskipun kami juga tetap melayani pendaftar dari luar kota," ujar Dwi saat ditemui wartawan ini, Selasa (7/7/2026).

Ketimpangan minat masyarakat juga terlihat sangat kontras. Di satu sisi, sekolah-sekolah berlabel favorit seperti SDN Cemara Dua, SDN Kleco, SDN Mangkubumen Kidul, dan SDN Mangkubumen Kulon sukses mengunci kuota penuh. Namun di sisi lain, Disdik mencatat ada sekitar tujuh SD negeri yang jumlah pendaftarnya sangat memprihatinkan, yakni belum mencapai 10 anak.

Rapor merah keterisian ini akan dijadikan landasan objektif untuk memetakan anggaran pendidikan secara lebih efektif. Disdik tidak menampik kemungkinan bakal mengambil langkah ekstrem berupa penggabungan sekolah (regroup) atau rasionalisasi kuota kelas di tahun depan.

Baca Juga: Nyawa dan Keselamatan Pekerja Jadi Taruhan, Mengapa Kelalaian K3 di PLTSa Putri Cempo Solo Terus Berulang?

Kondisi Jenjang SMP Negeri: Masih Tersisa 387 Bangku Kosong

Masalah kekurangan siswa rupanya tidak hanya terjadi di tingkat dasar, melainkan juga merembet ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Dari pagu total 6.377 kursi yang disediakan, baru 6.060 siswa yang tertampung, menyisakan 387 kursi kosong.

Berikut sebaran sisa kuota terbanyak di jenjang SMP negeri:

  • SMP Negeri 21: 97 kursi kosong

  • SMP Negeri 20: 70 kursi kosong

  • SMP Negeri 26: 38 kursi kosong

  • SMP Negeri 14: 24 kursi kosong

Solusi Akhir: Akses Layanan Pendaftaran Offline ke Kantor Disdik

Pihak Disdik sebelumnya telah berupaya menyapu bersih sisa kuota tersebut lewat skema kilat SPMB Flash Sale yang dibuka dalam satu hari. Kendati demikian, program kilat tersebut dinilai belum mampu menambal kekosongan kursi secara signifikan di tingkat SD maupun SMP.

Baca Juga: Bingung Lihat Harga iPhone Juli 2026? Ini Alasan Harga Normal Bisa Jauh Lebih Mahal Dibanding Promo iBox

Sebagai solusi pamungkas agar tidak ada anak di Solo yang putus sekolah, Disdik Solo resmi membuka posko pelayanan pendaftaran secara manual atau offline. Fasilitas ini dikhususkan bagi calon siswa yang terlewat jadwal Flash Sale atau terlempar dari empat pilihan sekolah saat seleksi daring.

"Bagi anak-anak yang sampai hari ini belum mendapatkan tempat, silakan langsung datang ke Kantor Disdik. Kami akan fasilitasi untuk dicarikan sekolah negeri yang kuotanya belum penuh, sebisa mungkin dicarikan yang lokasinya paling dekat dengan rumah tinggal. Yang terpenting, seluruh anak wajib mendapatkan akses pendidikan," pungkas Dwi secara tegas. (alf/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#SPMB #daya tampung SD #Disdik Kota Solo #Evaluasi Dinas Pendidikan KOta Solo #Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyanto