SOLO, SOLOBALAPAN.COM - Sejumlah baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dipasang di berbagai titik strategis Kota Bengawan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Meluruskan polemik yang berkembang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut sama sekali tidak menggunakan dana APBD Kota Surakarta.
Ditemui sejumlah awak media di Balaikota Surakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Murtono, mengaku belum menerima laporan rinci terkait pihak mana yang memasang ucapan selamat tersebut maupun mekanisme penganggarannya.
Baca Juga: Batal Jadi Persiter Ternate, Adhyaksa FC Resmi Pilih Palangkaraya Kalteng Sebagai Homebase Baru
"Saya belum dapat laporan dari perangkat daerah yang menangani," kata Budi, Selasa (23/6).
Menggunakan Titik Reklame Milik Pemkot Solo
Budi membenarkan bahwa ucapan selamat ulang tahun untuk mantan Wali Kota Solo tersebut terpasang di beberapa baliho dan videotron (titik reklame) milik Pemkot Surakarta. Fasilitas publik ini sehari-harinya dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Surakarta.
Ia menjelaskan, apabila pemerintah menggunakan fasilitas reklame milik sendiri untuk publikasi atau iklan layanan masyarakat, maka regulasinya memang tidak dikenakan biaya alias gratis.
"Itu titik-titik reklamanya milik Pemkot. Kalau kita mau memasang iklan layanan masyarakat atau publikasi apa pun di situ tidak bayar," beber Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menyebut bahwa masyarakat maupun instansi lain sebenarnya diperbolehkan memanfaatkan videotron milik pemerintah untuk kepentingan publikasi tertentu.
Syaratnya, pihak pengusul harus mengajukan izin terlebih dahulu. Kendati demikian, pihaknya berjanji akan menelusuri lebih lanjut mengenai siapa pihak di balik pemasangan ucapan untuk Jokowi tersebut.
"Terkait detailnya saya belum mendapatkan laporan," tegas Budi Murtono.
Picu Reaksi Gerindra, Wali Kota Respati Ardi Minta Maaf
Pemasangan baliho jumbo berisi ucapan Selamat Hari Ulang Tahun kepada Jokowi ini mendadak viral dan menjadi sorotan hangat netizen di media sosial maupun dalam perbincangan sehari-hari warga Solo.
Bahkan, kehadiran baliho bergambar Jokowi tersebut sempat memicu reaksi kritis dari Ketua DPC Gerindra Surakarta, Ardianto Kuswinarno. Merespons dinamika politik lokal yang menghangat, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, langsung menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka.
Baca Juga: Biodata Baila Fauri, Member Grup No Na Eks Idol Junior yang Jadi Bridesmaid Jennifer Coppen
"Ini bentuk apresiasi. Kita masih mendapatkan keberkahan dari beliau. Hari ini pun Kota Solo tetap mendapatkan berkah. Pokoknya siap salah pak ketua (soal komentar dari Ketua DPC Gerindra Solo, Red)," ujar Respati Ardi secara diplomatis. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto