Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tragis! Tony Wanda Tewas Disambar KA Malioboro Ekspres Saat Melintas di Jalur Masaran-Sragen

Ahmad Khairudin • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:42 WIB
Seorang pemuda asal Sragen Kulon bernama Tony Wanda (26) meninggal dunia setelah tertabrak KA Malioboro Ekspres di jalur Masaran-Sragen. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)
Seorang pemuda asal Sragen Kulon bernama Tony Wanda (26) meninggal dunia setelah tertabrak KA Malioboro Ekspres di jalur Masaran-Sragen. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM — Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur kereta api wilayah Kabupaten Sragen.

Seorang pemuda bernama Tony Wanda A (26), warga Kampung Mojo Wetan, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, meninggal dunia setelah tertabrak KA Malioboro Ekspres di jalur rel antara Masaran dan Sragen, Sabtu (13/6/2026) siang.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.10 WIB di KM 234+7/8 petak jalan Masaran–Sragen, tepatnya di kawasan Beloran. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat akibat benturan keras dengan badan kereta.

Baca Juga: Taruna Akpol Turun Bedah Rumah Mbah Lampi di Sragen, Wujud Pengabdian Bhayangkara Muda kepada Masyarakat

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan bahwa insiden bermula saat KA 170B Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang melaju dari arah Solo menuju Jawa Timur.

Menurut keterangan saksi dan laporan masinis, kereta saat itu tengah mengurangi kecepatan karena akan memasuki wilayah Stasiun Sragen.

“Kereta api berjalan dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam karena bersiap berhenti di Stasiun Sragen,” ujar Kapolres melalui keterangan resmi.

Namun saat melintas di lokasi kejadian, masinis melihat seseorang berada di jalur rel. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, upaya pengereman tidak mampu menghindarkan tabrakan.

Korban kemudian terpental ke sisi kanan jalur rel. Masinis langsung melaporkan kejadian tersebut melalui jalur komunikasi internal kepada petugas pengamanan lintasan dan pusat krisis operasional.

Korban Meninggal dengan Luka Berat

Baca Juga: Memoar Perang Saint-Exupéry “Pilote de Guerre” Mengungkap Realitas dan Filosofi di Balik Pertempuran Prancis

Petugas pengamanan stasiun bersama penjaga perlintasan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen bersama Unit Reskrim Polsek Sragen Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami cedera berat di sejumlah bagian tubuh, antara lain patah tulang pada tangan kiri dan kaki kanan serta luka berat pada bagian kepala akibat benturan dengan kereta.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Instalasi Forensik RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Motor MBG Emmo JVX GT Ketahuan Nggak Wajar! Begini Cara Bos Vendor Mark Up Harga untuk Operasional SPPG

PSC 119 dan PMI Sragen Turun ke Lokasi

Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, Udayanti Proborini, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 12.15 WIB dari petugas keamanan Stasiun Sragen.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan PSC 119 Puskesmas Sragen Kota dan PMI Kabupaten Sragen segera diterjunkan menggunakan ambulans rescue untuk membantu proses evakuasi.

“Kami menerima laporan adanya warga yang tertemper kereta api di wilayah Beloran dalam kondisi meninggal dunia dan membutuhkan evakuasi segera,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas medis berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses asesmen dan evakuasi korban setelah olah TKP selesai dilakukan.

KAI Imbau Warga Jauhi Jalur Rel

Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan kawasan steril yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Harga Motor MBG Emmo JVX GT Ketahuan Nggak Wajar! Begini Cara Bos Vendor Mark Up Harga untuk Operasional SPPG

“Jalur kereta api memiliki risiko yang sangat tinggi dan bukan area untuk beraktivitas warga. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali,” ujarnya.

Menurut KAI, seluruh awak dan penumpang KA Malioboro Ekspres dalam kondisi aman. Kereta sempat berhenti beberapa saat untuk penanganan insiden sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar, tidak berjalan di sepanjang rel, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan resmi.

Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan data di lokasi.

Baca Juga: Boyolali : Musim Bediding Mulai di Gunung Merbabu, Pendaki Diminta Siapkan Jaket Tebal dan Selimut

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur kereta api yang terjadi akibat aktivitas masyarakat di sekitar rel.

Aparat dan pihak KAI kembali mengimbau masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dan menghindari segala aktivitas di kawasan jalur kereta api yang memiliki risiko tinggi. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Kapolres sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari #tertabrak kereta api di sragen #KA Malioboro Ekspres #tertabrak kereta api #kecelakaan maut