SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Semangat pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan para siswa Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Sragen.
Sebanyak 17 taruna dan taruni Akpol turun langsung membantu proses bedah rumah milik Mbah Lampi, warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Sragen.
Tidak sekadar hadir dalam seremoni pembukaan, para calon perwira Polri itu ikut bekerja bersama anggota kepolisian dan warga untuk membongkar rumah yang akan direnovasi menjadi hunian layak.
Di bawah terik matahari, para taruna dan taruni tampak mengangkat genteng, memindahkan kayu, membersihkan puing bangunan, hingga menurunkan material yang masih dapat digunakan kembali.
Suasana gotong royong terlihat kental saat mereka berbaur tanpa sekat dengan masyarakat setempat.
Program bedah rumah tersebut menyasar kediaman Mbah Lampi yang selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Renovasi dilakukan agar rumah tersebut menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Sebanyak 17 siswa Akpol yang terdiri dari 15 taruna dan dua taruni terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dari pembelajaran lapangan yang menekankan nilai kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan seragam lapangan yang dipenuhi debu dan keringat, para calon perwira Polri itu terlihat antusias membantu setiap tahapan pekerjaan. Mereka bergotong royong bersama personel Polres Sragen, perangkat desa, dan warga demi mempercepat proses renovasi rumah.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan para siswa Akpol selama menjalani Latja di wilayah hukum Polres Sragen.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung membantu masyarakat menjadi bekal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan para calon perwira Polri di masa depan.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik taruna dan taruni Akpol yang saat ini melaksanakan Latja di Polres Sragen. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan secara seremonial, tetapi benar-benar turun ke lapangan, ikut bekerja, bergotong royong, dan merasakan langsung bagaimana membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk membentuk karakter pemimpin Polri yang humanis dan berintegritas,” ujar Dewiana.
Belajar Menjadi Polisi yang Humanis
Kapolres menegaskan bahwa pendidikan kepolisian tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan akademis. Lebih dari itu, calon anggota Polri harus memiliki empati, kepedulian sosial, serta kemampuan hadir sebagai solusi bagi masyarakat.
Karena itu, kegiatan sosial seperti bedah rumah menjadi sarana pembelajaran nyata bagi para siswa Akpol untuk memahami makna pengabdian yang sesungguhnya.
“Kami ingin para calon perwira ini memahami bahwa menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang hadir membantu masyarakat, menjadi solusi atas persoalan warga, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Kehadiran para taruna dan taruni Akpol juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Gading. Warga menilai keterlibatan generasi muda Polri dalam kegiatan sosial menunjukkan wajah kepolisian yang dekat dengan rakyat.
Selain membantu percepatan pembangunan rumah Mbah Lampi, kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan.
Makna Pengabdian di Balik Bedah Rumah
Bagi para siswa Akpol, kegiatan di Desa Gading bukan sekadar tugas lapangan. Mereka belajar secara langsung bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.
Momentum bedah rumah ini sekaligus menjadi gambaran semangat HUT Bhayangkara ke-80, yakni menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.
Bedah rumah Mbah Lampi pun menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik sebuah hunian. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para calon perwira Polri tentang arti empati, kepedulian sosial, dan pengabdian tanpa batas kepada masyarakat.(din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto