KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Keberanian luar biasa ditunjukkan Asyifa Urrohmah (12), siswi kelas 6 SD asal Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Bocah perempuan itu nekat mengejar pelaku pencurian sepeda motor milik keluarganya, bahkan menggelayut di kendaraan yang dikendarai pelaku hingga terbawa sejauh sekitar satu kilometer.
Aksi yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB tersebut sontak menjadi perbincangan warga. Di balik keberaniannya, peristiwa itu juga memperlihatkan tingginya risiko yang harus dihadapi korban saat berupaya menggagalkan aksi kejahatan seorang diri.
Pelaku Sempat Bolak-Balik Mengamati Situasi
Peristiwa bermula ketika Asyifa yang baru pulang sekolah sedang bermain di teras rumahnya. Saat itu, ia melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam bercorak merah melintas di depan rumah.
Baca Juga: Jadi Sejarah, Sara Wijayanto Bawa DiaryMisteriSara ke Layar Lebar
Menurut Asyifa, kedua pria tersebut sempat beberapa kali melintas seolah sedang mengamati situasi sekitar.
"Ada orang lewat dua kali putar. Awalnya ke arah barat, terus balik ke arah timur muter balik pakai motor. Tak kira mau tanya, ternyata motor Ibu langsung dibawa," ujar Asyifa saat menceritakan kejadian di Kantor Desa Sidowayah, Selasa (9/6).
Motor yang menjadi sasaran diketahui terparkir di depan rumah dalam kondisi kunci masih menempel.
Refleks Mengejar dan Terseret Motor Pelaku
Baca Juga: Duel Mantan Timnas Warnai Grup U, Celebest FC Tantang Persebi Boyolali
Melihat kendaraan keluarganya dibawa kabur, Asyifa langsung berlari mengejar. Ia berusaha menarik bagian belakang motor yang dikendarai pelaku.
Upayanya tidak berhasil menghentikan laju kendaraan. Namun, Asyifa tetap bertahan dengan memegang behel belakang hingga tubuhnya sempat terseret di jalan.
Ketika pelaku memperlambat kendaraan di sebuah pertigaan dekat rumah, Asyifa mengambil tindakan yang lebih nekat. Ia melompat dan naik ke bagian belakang motor pelaku sambil mempertahankan pegangannya.
"Awalnya keseret karena pegangan yang di belakang. Terus tak tarik-tarik sempat berhenti di pertigaan. Di situ saya langsung naik," katanya.
Dengan posisi tengkurap miring di jok belakang, Asyifa terus berteriak meminta pertolongan warga.
Dibawa hingga Jalan Tengah Sawah
Bukannya menghentikan kendaraan, pelaku justru memacu motor lebih kencang. Asyifa terus menggelayut sambil meneriakkan kata "maling" sepanjang perjalanan.
Karena posisi tubuh korban yang tidak terlihat jelas dari kejauhan, beberapa warga yang melihat motor tersebut melintas tidak langsung menyadari bahwa sedang terjadi aksi pencurian.
Baca Juga: Ketika Hantu Panik Jadi Bahan Meme, Ini Sinopsis Film Cek Khodam
Pelaku akhirnya membawa Asyifa hingga kawasan Kenteng menuju jalan persawahan arah Dusun Kebak, Desa Sidowayah. Jaraknya diperkirakan mencapai satu kilometer dari lokasi awal kejadian.
Di lokasi yang relatif sepi tersebut, pelaku mulai panik dan berusaha memaksa korban turun.
"Kamu turun nggak? Kalau nggak turun nanti tak jual," ujar pelaku seperti ditirukan Asyifa.
Terjatuh dan Mengalami Luka-Luka
Setelah bertahan cukup lama, tenaga Asyifa mulai habis. Dengan hanya satu tangan yang masih mampu berpegangan, ia akhirnya memutuskan melepaskan diri.
"Karena saya sudah enggak kuat, tangan saya tinggal pegangan satu, terus saya bilang, 'Ya wis Mas tak midon kene wae'," tuturnya.
Baca Juga: Menapaki 14 Perhentian Jalan Salib Gua Maria Mojosongo Solo
Korban kemudian turun saat kendaraan masih berjalan sehingga terjatuh ke badan jalan. Akibatnya, ia mengalami luka lecet pada tangan dan kaki.
Tak lama setelah itu, warga menemukan Asyifa dalam kondisi terluka dan syok. Korban langsung berteriak meminta pertolongan sambil memberitahu bahwa motornya dibawa kabur pelaku.
Warga sempat melakukan pengejaran, namun kedua pelaku berhasil meloloskan diri.
Polisi Buru Dua Pelaku
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Polanharjo oleh ibu korban, Reni.
Motor yang hilang berupa Honda Beat beserta STNK yang berada di dalam jok kendaraan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pelaku, di antaranya BPKB kendaraan milik korban serta sebuah sandal hitam yang tertinggal di lokasi.
Baca Juga: Perempuan di Nguter Sukoharjo Ditemukan Meninggal Membusuk dalam Kamar Terkunci
Kapolsek Polanharjo, Abdillah, memastikan penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Resmob untuk memburu pelaku.
"Intinya kami sudah berkoordinasi dengan Resmob untuk pengungkapan dan penyidikan lebih lanjut. Prinsipnya, perkara ini sekarang masih dalam proses lidik mendalam," tegasnya.
Keberanian yang Patut Diapresiasi, Namun Berisiko Tinggi
Aksi Asyifa menuai banyak apresiasi dari warga karena keberaniannya mempertahankan harta milik keluarga. Namun di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa menghadapi pelaku kejahatan secara langsung memiliki risiko besar terhadap keselamatan korban.
Beruntung, Asyifa selamat meski mengalami luka-luka. Jika pelaku bertindak lebih agresif atau korban terjatuh di lokasi yang lebih berbahaya, akibatnya bisa jauh lebih fatal.
Kini, warga berharap polisi segera menangkap kedua pelaku agar kasus pencurian tersebut dapat segera terungkap dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto