SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Tabir kematian tragis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang.
Korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Jumat (5/6/2026) dipastikan menjadi korban pembunuhan. Kini, penyidik Satreskrim Polres Sragen mengaku telah mengarah pada satu pihak yang diduga kuat terkait dengan kasus tersebut.
Untuk mengungkap pelaku, polisi menerapkan metode penyelidikan berlapis dengan menggabungkan pendekatan konvensional, scientific investigation, serta analisis digital.
Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengatakan penyelidikan dilakukan secara intensif sejak laporan pertama diterima.
“Kami bergerak maraton. Begitu menerima laporan, olah TKP langsung dilakukan. Kami memadukan keterangan saksi, analisis barang bukti, hingga melibatkan Bid Dokkes dan Laboratorium Forensik. Rekaman CCTV dan perangkat digital di sekitar lokasi juga kami sisir lewat digital analysis,” ujarnya.
Korban Diduga Dianiaya Sebelum Tewas
Hasil pemeriksaan medis sementara mengungkap korban meninggal akibat kehabisan napas. Selain itu, ditemukan sejumlah luka yang mengindikasikan korban mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal dunia.
Baca Juga: MotoGP Hungaria 2026: Marc Marquez Taklukkan Acosta dan Cetak Rekor Kemenangan ke-100
Penyidik memperoleh temuan adanya kerusakan pembuluh darah besar di area wajah yang diduga disebabkan benturan benda keras atau tekanan kuat. Tidak hanya itu, jari tengah tangan korban ditemukan dalam kondisi putus.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban sempat melakukan perlawanan saat peristiwa terjadi.
Di sisi lain, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual sebagaimana isu yang sempat beredar di media sosial.
“Untuk dugaan pelecehan atau kekerasan seksual, kami tegaskan dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya indikasi ke arah sana,” tegas Catur.
Jejak Kaki Berdarah dan Sidik Jari Jadi Petunjuk Penting
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tim identifikasi Polres Sragen berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai sangat penting dalam mengungkap pelaku.
Salah satu temuan yang menjadi fokus penyidik adalah jejak kaki misterius berlumuran darah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Damkar Boyolali Padamkan Kebakaran Bambu di Sudimoro, Warga Diimbau Waspada Musim Kemarau
Selain itu, polisi juga mengamankan:
- Bantal yang diduga digunakan untuk membekap korban hingga kehabisan napas.
- Benda yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan.
- Sidik jari laten yang ditemukan di sejumlah titik di sekitar TKP.
Seluruh barang bukti tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan laboratorium forensik untuk dicocokkan dengan petunjuk lain yang telah dikantongi penyidik.
“Seluruh temuan barang bukti dan sidik jari laten saat ini sedang diuji secara laboratoris untuk dicocokkan dengan petunjuk lain yang sudah kami kantongi,” jelasnya.
Polisi Sudah Mengarah ke Satu Terduga Pelaku
Meski belum mengungkap identitas terduga pelaku, Polres Sragen memberikan sinyal bahwa penyelidikan telah mengarah pada satu orang yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus tersebut.
Namun demikian, polisi memilih berhati-hati dan belum melakukan pengungkapan lebih lanjut karena masih melengkapi alat bukti sebelum mengambil langkah hukum.
Menurut Catur, pendekatan tersebut penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan kuat dan tidak menyisakan celah bagi pelaku untuk menghindari pertanggungjawaban.
Baca Juga: Persis Solo Resmi Berpisah dengan Milomir Seslija, Awali Perombakan Tim untuk Liga 2
“Arahnya sudah ada, kami sudah mengarah kepada satu pihak yang patut diduga berkaitan erat dengan perkara ini. Namun, kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kami matangkan dulu semua alat buktinya secara utuh. Begitu upaya hukum dilakukan, tidak ada lagi celah bagi pelaku untuk mengelak,” pungkasnya.
Kasus pembunuhan bocah di Jenar ini mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Sragen dan terus dipantau langsung oleh pimpinan kepolisian setempat. Hingga kini, tim penyidik masih bekerja mengumpulkan dan menguji seluruh bukti guna mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan yang menggemparkan warga tersebut. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto