BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran yang melanda tumpukan bambu di Dusun II, Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, berhasil dipadamkan oleh Regu 04 Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali pada Minggu (7/6) sore. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggal pemilik sebelum benar-benar padam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Boyolali, Supriyono, menjelaskan laporan kejadian diterima petugas pada pukul 14.30 WIB melalui sambungan telepon dari pemilik lokasi, Sri Utomo.
Menurut keterangan yang diterima petugas, pemilik sebelumnya membakar sampah di area belakang kandang. Setelah mengira api telah padam dan dalam kondisi aman, ia meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian, warga sekitar melihat kobaran api membesar dan berteriak meminta pertolongan.
Baca Juga: Persis Solo Resmi Berpisah dengan Milomir Seslija, Awali Perombakan Tim untuk Liga 2
“Warga berusaha memadamkan secara mandiri sambil meminta bantuan ke Damkar,” ujar Supriyono, Senin (8/6).
Damkar Bergerak Cepat
Mendapat laporan tersebut, satu unit armada pemadam Ayyax AD 9102 XD segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Petugas tiba dan langsung melakukan proses pemadaman untuk mencegah api meluas ke permukiman warga.
Proses pemadaman berlangsung selama 37 menit, dimulai pukul 14.48 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 15.25 WIB.
Material utama yang terbakar adalah tumpukan bambu yang berada di sekitar kandang. Selain itu, sebagian bangunan kandang berbahan bambu juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan akibat jilatan api.
Berkat penanganan cepat petugas bersama warga, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah-rumah warga maupun bangunan lain di sekitar lokasi.
Baca Juga: Prihatin Video Viral Rusa Makan Sampah, Pemkot Solo Kaji Penangkaran yang Lebih Layak di Sriwedari
Warga Diimbau Tidak Meninggalkan Api Pembakaran
Supriyono mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun rumput kering, terutama memasuki musim kemarau yang identik dengan kondisi cuaca panas dan material mudah terbakar.
Menurutnya, pembakaran terbuka yang tidak diawasi menjadi salah satu penyebab utama kebakaran lahan maupun kebakaran lingkungan di wilayah Boyolali.
“Bakar sampah harus diawasi sampai benar-benar padam. Angin kencang dan material kering membuat api cepat membesar. Jika terpaksa membakar, pastikan ada air dan warga yang berjaga,” tegasnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, nilai kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Petugas berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari, terutama saat musim kemarau mulai berlangsung. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto