KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dukuh Ngemplak RT 01/RW 08, Kelurahan Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jumat malam (5/6).
Dalam peristiwa tersebut, sekitar 6.000 ekor ayam ternak mati terpanggang setelah kobaran api melalap seluruh area kandang dan gudang pakan.
Selain menyebabkan ribuan ayam tidak terselamatkan, kebakaran juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Duka di Jenar Sragen, Siswi Kelas V SD Ditemukan Tewas di Rumah Saat Orang Tua Bekerja
Kandang yang terbakar diketahui milik Siswo Suparno. Peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 23.00 WIB ketika seorang warga melihat kobaran api membesar dari area peternakan.
Warga kemudian bergegas memberi tahu pemilik kandang yang saat itu berada di rumah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 21.00 WIB pemilik meninggalkan lokasi kandang untuk pulang dan menonton pertandingan sepak bola di televisi. Saat itu, mesin pemanas kandang masih dalam kondisi menyala.
Api Cepat Membesar
Ketika pemilik tiba kembali di lokasi, api sudah membesar dan membakar hampir seluruh bangunan kandang beserta gudang penyimpanan pakan ternak.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga: Mengintip Proses Pembuatan Batik Abstrak Etnik yang Estetik di Kampung Batik Laweyan Solo
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Efan Riswaya Pratama, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 23.07 WIB.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan operasi pemadaman. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 23.25 WIB dan segera melakukan upaya pengendalian api agar tidak merembet ke bangunan maupun area lain di sekitar peternakan.
Ribuan Ayam dan Peralatan Hangus
Kobaran api yang begitu besar membuat sebagian besar aset peternakan tidak dapat diselamatkan.
Selain menghanguskan bangunan kandang seluas sekitar 60 meter persegi, kebakaran juga memusnahkan sekitar 6.000 ekor ayam ternak yang berada di dalam kandang.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas penunjang peternakan turut ludes terbakar, di antaranya:
-
60 sak pakan ternak
-
Satu set alat pemanas kandang
-
Tiga unit generator listrik
-
Empat unit kipas blower
-
Dua belas tabung LPG
Seluruh peralatan tersebut mengalami kerusakan berat akibat tingginya suhu dan kobaran api yang melanda lokasi.
Pemadaman Berlangsung Hingga Dini Hari
Operasi pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Sekitar pukul 02.25 WIB petugas mulai melakukan penguraian material yang masih berpotensi memicu bara api.
Operasi penanganan akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 02.40 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian yang dialami pemilik peternakan diperkirakan sangat besar mengingat ribuan ayam dan berbagai fasilitas produksi ikut musnah.
Libatkan Banyak Unsur
Dalam penanganan kebakaran tersebut, tim Damkar Karanganyar mengerahkan sejumlah armada, di antaranya Ayaxx, Matra, Bakorwil, dan Elf.
Operasi pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Karanganyar, aparat kepolisian, serta relawan pemadam kebakaran.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang memicu musibah tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para peternak untuk memastikan seluruh peralatan pemanas dan instalasi pendukung berada dalam kondisi aman sebelum lokasi ditinggalkan, terutama pada malam hari ketika risiko keterlambatan penanganan dapat memperbesar dampak kebakaran. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto