Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Strategi Baru SPMB Solo 2026: Bebas Ubah Urutan Pilihan Sekolah Hingga H-1 Biar Gak Gagal Lolos!

Alfida Nurcholisah • Kamis, 28 Mei 2026 | 12:27 WIB
Aturan baru SPMB/PPDB SD & SMP Kota Solo 2026/2027. Calon siswa dapat 4 pilihan sekolah dan bebas ubah urutan prioritas hingga H-1. Cek jadwal lengkapnya!
Aturan baru SPMB/PPDB SD & SMP Kota Solo 2026/2027. Calon siswa dapat 4 pilihan sekolah dan bebas ubah urutan prioritas hingga H-1. Cek jadwal lengkapnya!

SOLO – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB untuk jenjang SD dan SMP di Kota Solo Tahun Ajaran 2026/2027 resmi merombak mekanismenya.

Guna menghindari fenomena "pendaftaran sepi" di hari-hari pertama, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo kini memberikan keleluasaan penuh bagi calon murid untuk mengubah urutan prioritas sekolah secara real-time.

Kebijakan anyar ini sengaja diterapkan sebagai bagian dari strategi taktis agar para orang tua dan siswa dapat terus memonitor pergerakan peringkat (ranking) sementara, sehingga bisa langsung mengamankan posisi di sekolah yang peluang diterimanya lebih besar.

Baca Juga: Tisya Amallya dan Arsela Nuari Fokus Perkuat Kekompakan Timnas Voli Putri

Sediakan Empat Pilihan Sekolah, Kunci Urutan di Hari Terakhir

Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Ariyatno, menjelaskan bahwa pada aturan terbaru ini setiap calon murid difasilitasi kuota empat pilihan sekolah tujuan. Selama masa pendaftaran dibuka, urutan nomor satu hingga empat tersebut boleh diacak kembali sesuai pergeseran tingkat persaingan.

“Yang membedakan tahun ini disediakan empat pilihan dan boleh memindah urutan sejak hari pertama pendaftaran hingga H-1. Namun perlu dicatat, kalau murid baru mendaftar di hari ketiga atau hari terakhir, otomatis urutan tersebut sudah tidak bisa diubah-ubah lagi,” ungkap Dwi pada Rabu (27/5).

Langkah inovatif ini diadopsi berdasarkan hasil evaluasi SPMB tahun lalu. Pada sistem terdahulu, calon murid dikunci pada pilihan awal tanpa opsi revisi. Akibatnya, masyarakat memilih bersikap wait and see yang membuat loket pendaftaran online di dua hari pertama selalu blong alias kosong melompong.

Alokasi Kuota dan Jadwal Krusial Jalur Pendaftaran

Baca Juga: Persib Bandung Ganti Nahkoda, Igor Tolic Naik Gantikan Bojan Hodak

Disdik Solo membagi sebaran kuota secara proporsional di setiap jenjang pendidikan guna mengakomodasi asas keadilan, afirmasi warga miskin/disabilitas, hingga jalur prestasi akademik maupun non-akademik.

Peta Komposisi Kuota & Jadwal SPMB Solo 2026:

Jenjang Sekolah Jalur & Persentase Kuota Jadwal Pendaftaran Resmi Catatan Seleksi Khusus
PAUD Negeri 95% Domisili, 5% Mutasi (Offline) Menyesuaikan juknis lokal Kuota PAUD negeri masih terbatas, baru ada 7 sekolah.
SD Negeri 75% Domisili, 25% Afirmasi, 5% Mutasi (Online)

Jalur Prestasi: 2–5 Juni


Jalur Afirmasi: 8–11 Juni


Jalur Domisili/Mutasi: 29 Juni–2 Juli

Jalur Domisili (Zonasi) ditempatkan sebagai kesempatan terakhir.
SMP Negeri 45% Domisili, 25% Afirmasi, 25% Prestasi, 5% Mutasi (Online) Sama dengan jadwal SD di atas Kelas program khusus olahraga memiliki kriteria seleksi tersendiri.

"Pembagian jadwal yang bertahap ini sengaja dirancang untuk memfasilitasi keinginan anak memilih sekolah sesuai kompetensi. Namun, kami tetap mengimbau agar orang tua rasional dan menyesuaikan dengan kemampuan diri sang anak," imbuh Dwi Ariyatno.

Ironi Daya Tampung: PAUD dan SMA Masih Jadi PR Besar

 

Baca Juga: Punya Wajah Mirip Vespa dan Pilihan Warna Pastel Idola Anak Muda, Honda Rilis Skutik Retro Baru yang Lebih Murah dari Yamaha FilanoMeski menjamin daya tampung untuk pendaftaran SD dan SMP negeri di Kota Solo dalam kondisi aman dan mencukupi, Dwi tidak menampik adanya ketimpangan fasilitas pada jenjang PAUD serta tingkat atas (SMA/SMK). Saat ini Solo baru memiliki tujuh unit PAUD negeri yang jelas gagal menampung ledakan usia dini.

Guna meredam komplain masyarakat, Pemkot Solo mengambil kebijakan darurat dengan mengucurkan subsidi pendidikan APBD untuk anak-anak yang terpaksa masuk ke sekolah swasta.

"Kami memfasilitasi sekitar seribuan anak usia dini dengan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp150 ribu per bulan selama enam bulan untuk bersekolah di swasta," jelasnya.

Baca Juga: Tayang Februari 2026, Film Wuthering Heights Gandeng Charli XCX untuk Isi Soundtrack Drama Klasik Abad ke-19

Sementara untuk keterbatasan kursi di jenjang SMA dan SMK negeri, Disdik Solo mengaku tidak bisa berbuat banyak mengingat kewenangan penambahan ruang kelas baru dan regulasi penuhnya berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (alf/bun)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#jalur prestasi #SPMB #fenomena pendaftaran sepi #pendaftaran sekolah #ppdb