BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Masyarakat di kawasan perbatasan Boyolali-Solo dibuat resah oleh beredarnya kabar burung mengenai aksi kriminalitas dengan modus operandi di luar nalar.
Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh tangkapan layar pesan berantai yang menarasikan adanya teror sesosok penampakan "pocong" bersenjata tajam yang bergentayangan di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Banyudono, Boyolali.
Menanggapi kepanikan massal digital tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat. Kapolsek Ngemplak, AKP Widarto, memastikan bahwa isu kemunculan pocong pembawa sajam tersebut murni kabar bohong alias hoaks demi memicu ketakutan kolektif.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya Dena Desy yang Baru Saja Dinikahi Anji? Ini Sosok Istri Baru Sang Musisi
Modus Ketuk Pintu Jam 3 Pagi: Isu Liar di WhatsApp dan Threads
Berdasarkan penelusuran di ruang siber, rumor ini menyebar luas secara berantai melalui tangkapan layar (screenshot) aplikasi perpesanan WhatsApp yang kemudian diamplifikasi oleh netizen di platform media sosial Threads.
Isi pesan berantai tersebut memuat narasi yang cukup mengerikan. Pelaku kriminal diklaim menyamar menggunakan kain kafan menyerupai pocong untuk menakut-nakuti korbannya sebelum merampok seisi rumah.
Warga diwanti-wanti untuk mengunci rapat hunian mereka dan dilarang merespons jika mendengar ketukan pintu misterius pada jam rawan, yakni antara pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB dini hari.
Guna memastikan situasi di lapangan, unit intelijen dan bhabinkamtibmas Polsek Ngemplak langsung diterjunkan untuk menyisir desa-desa yang dituduh menjadi titik operasi pocong palsu tersebut.
“Memang beberapa hari terakhir kita mendengar berita viral tentang hal itu. Namun, setelah kami lakukan patroli intensif dan koordinasi dengan seluruh perangkat desa di wilayah hukum Ngemplak, tidak ada kejadian tersebut. Isu itu tidak terbukti,” tegas Widarto saat dikonfirmasi pada Senin (25/5).
Kondisi Kamtibmas Kondusif, Nihil Laporan Korban Riil
Widarto menjamin hingga detik ini wilayah Ngemplak masih berada dalam koridor aman dan terkendali. Tidak ada satu pun warga lokal yang datang ke mapolsek untuk membuat laporan resmi karena merasa menjadi korban perampokan maupun intimidasi dari sosok gaib buatan tersebut.
Fakta di Balik Rumor Viral Teror Pocong Boyolali:
Polisi Minta Warga Cerdas Bermedsos, Manfaatkan Layanan Darurat 110
Pihak Polsek Ngemplak telah menginstruksikan para jajaran personel jurnalisme warga dan perangkat desa binaan untuk mengedukasi warga agar tidak ikut-ikutan menyebarkan tangkapan layar yang menyesatkan tersebut.
Jaringan pesan berantai dinilai kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memicu kepanikan warga di malam hari.
Polisi meminta masyarakat untuk menyaring ketat setiap informasi sebelum membagikannya kembali ke grup-grup keluarga. Kendati memastikan kondisi aman, polisi tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan ronda malam terstruktur.
“Yang jelas sampai saat ini situasi kamtibmas di wilayah kami sangat aman. Kami meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Jika ke depan warga melihat atau menemukan hal mencurigakan apa pun di lingkungan rumah, silakan segera melapor ke Polsek melalui layanan darurat bebas pulsa di nomor 110,” pungkas Widarto. (fid/an)