Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pertama Kali Melintas di Solo, Bhikkhu Thudong Disambut Mangkunegara X

Antonius Christian • Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sebanyak 55 Bhikkhu Thudong dari berbagai negara Asia Tenggara singgah di Pura Mangkunegaran Solo dalam perjalanan menuju Borobudur untuk mengikuti perayaan Waisak 2026. (Arief Budiman/solobalapan.com)
Sebanyak 55 Bhikkhu Thudong dari berbagai negara Asia Tenggara singgah di Pura Mangkunegaran Solo dalam perjalanan menuju Borobudur untuk mengikuti perayaan Waisak 2026. (Arief Budiman/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Sebanyak 55 Bhikkhu Thudong dari berbagai negara Asia Tenggara singgah di Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (23/5/2026), dalam perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur, Magelang, untuk mengikuti puncak perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026.

Kedatangan rombongan bhikkhu disambut langsung oleh KGPAA Mangkunegara X bersama keluarga besar Mangkunegaran.

Momen tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa persaudaraan lintas budaya serta lintas agama.

Baca Juga: Nasib Buruk Marc Marquez di MotoGP 2026 Jadi Sorotan, Baby Alian Terancam Akhiri Karier Pembalap?

Rombongan tiba sekitar pukul 15.30 WIB melalui Regol Selatan Pura Mangkunegaran. Para bhikkhu kemudian berjalan menuju Pendhapi Ageng untuk mengikuti prosesi penyambutan.

Bhikkhu yang mengikuti perjalanan Thudong tersebut berasal dari Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia.

Perjalanan spiritual dilakukan dengan berjalan kaki lintas kota hingga lintas negara sebagai bagian dari praktik Thudong dalam ajaran Buddha.

Dalam sambutannya, KGPAA Mangkunegara X menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas perjalanan spiritual yang dijalani para bhikkhu menuju Borobudur.

Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga membawa pesan moral tentang kedamaian, welas asih, kerendahan hati, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Ruko di Solo Baru Jadi Markas Penipuan Internasional, Tetangga Mengira Kantor Biasa

“Langkah-langkah Yang Mulia melintasi negara, kota, dan komunitas membawa sesuatu yang sangat dibutuhkan dunia saat ini: kedamaian, welas asih, kerendahan hati, dan kemanusiaan,” ujar Mangkunegara X.

Ia menilai dunia saat ini tengah menghadapi tantangan berupa perpecahan dan intoleransi. Karena itu, nilai-nilai harmoni dan persatuan perlu terus dijaga bersama.

Menurutnya, budaya dan tradisi seharusnya menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmanusia, bukan menciptakan sekat perbedaan.

“Kami percaya budaya seharusnya tidak memisahkan manusia, melainkan mendekatkan satu sama lain. Tradisi tidak seharusnya menciptakan jarak, tetapi memperdalam pengertian dan empati antarmanusia,” ungkapnya.

Baca Juga: Kumpulkan Pegiat Pantomim se-Solo Raya, Tanpomim Teater Sirat Sukses Gelar Pentas "Bukan Sekadar Gerak"

Mangkunegara X juga menilai kehadiran para Bhikkhu Thudong dari berbagai negara Asia Tenggara menjadi simbol persaudaraan lintas bangsa yang dibangun atas dasar rasa hormat dan hidup berdampingan secara damai.

Ia menyebut kesederhanaan dan disiplin yang dijalani para bhikkhu menjadi pengingat penting mengenai makna perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebaikan, rasa hormat, kesabaran, welas asih terhadap sesama, dan menciptakan harmoni merupakan nilai-nilai sederhana yang menjadi fondasi bagi terciptanya perdamaian,” tuturnya.

Mangkunegara X turut mendoakan agar perjalanan para bhikkhu menuju Borobudur berjalan lancar serta membawa berkah kedamaian bagi masyarakat di sepanjang rute perjalanan.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Hari Waisak, Chanda, mengatakan kedatangan Bhikkhu Thudong ke Solo menjadi momen istimewa karena baru pertama kali rombongan melintasi Kota Bengawan.

Menurutnya, perjalanan Bhikkhu Thudong menuju Borobudur selama ini lebih sering mengambil jalur dari arah barat melalui Jakarta.

Baca Juga: Kenapa Olivia Allan Viral di Threads hingga X? Denny Sumargo Sampai Buka Sayembara Rp10 Miliar, Ini Isinya

Sedangkan tahun ini, rombongan berjalan dari arah timur melalui Surabaya dan melintasi Solo sebelum menuju Magelang.

“Ini pertama kali Bhikkhu Thudong melintas di Solo. Biasanya dari barat, yakni Jakarta menuju Magelang. Kali ini, para Bhikkhu berjalan dari timur yakni Surabaya menuju Magelang dengan melintasi Solo,” kata Chanda.

Selain singgah di Mangkunegaran, para Bhikkhu Thudong juga mengikuti Kirab Kerukunan yang digelar Panitia Perayaan Waisak Bersama Kota Solo.

Kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Balai Kota Surakarta dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat serta lintas agama.

Perwakilan tiap agama turut ambil bagian masing-masing sebanyak 10 orang sebagai simbol persatuan dan toleransi antarumat beragama di Kota Solo.

Baca Juga: Ayah Tiri Cabuli 2 Anak Kembar hingga Salah Satunya Hamil, Begini Modusnya Biar Nggak Ketahuan Sang Istri!

Chanda berharap keikutsertaan Bhikkhu Thudong dalam kirab tersebut dapat menjadi simbol semangat perdamaian dan kerukunan menjelang Hari Raya Waisak 2026.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Solo, para Bhikkhu Thudong dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur pada Minggu (24/5/2026) pagi untuk mengikuti puncak perayaan Waisak di Magelang. (atn/an)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#bikkhu thudong #perjalanan spiritual bhiksu thudong #puro mangkunegaran #candi borobudur #KGPAA Mangkunegara X