SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Kelalaian kecil kembali memicu petaka besar. Sebuah rumah tinggal milik Sukimin, warga Godekan RT 4/RW 4, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, hangus dilalap si jago merah pada Rabu (20/5) dini hari.
Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh sisa bara api yang masih menyala di dalam tungku dapur tradisional.
Peristiwa yang mengejutkan warga setempat tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.17 WIB. Merespons laporan darurat, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo langsung bergerak menuju lokasi satu menit setelah laporan diterima demi menjinakkan api yang mulai membesar di tengah keheningan malam.
Baca Juga: Gempuran Internet Nirkabel di Sragen: Raperda Baru Terancam Mandul dan Cuma Jadi 'Macan Kertas'
Respons Cepat Damkar Cegah Perambatan Api
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, Margono, mengungkapkan bahwa armada pemadam tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 00.34 WIB. Petugas mencatatkan waktu respons (response time) selama 16 menit dari pos pemadam kebakaran terdekat.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung berangkat ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit pancar. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merembet lebih luas,” ujar Margono saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5).
Meskipun api berhasil dilokalisasi, dampak kerusakan pada bangunan utama tidak terhindarkan. Rumah yang memiliki luas sekitar 80 meter persegi tersebut sebagian besar strukturnya kini telah hangus menjadi arang.
"Bangunan yang terbakar sekitar 80 persen. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari bara api dalam tungku dapur," jelas Margono. Akibat insiden ini, kerugian materiil yang diderita korban diestimasi mencapai sekitar Rp 20 juta.
Kerahkan 9.000 Liter Air, Nyaris Hanguskan Rumah Tetangga
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tengah malam ini karena penghuni dan warga sekitar segera menyelamatkan diri. Kendati demikian, kebakaran ini sempat memicu kepanikan massal lantaran posisi kobaran api yang sangat dekat dan mengancam keselamatan dua rumah warga di sekitarnya.
Data Teknis Penanganan Kebakaran Wirun:
| Parameter Penanganan | Detail Kejadian |
| Volume Air yang Digunakan | ± 9.000 Liter Air |
| Armada Utama | 3 Unit Mobil Pancar Damkar Sukoharjo |
| Estimasi Kerugian | Rp 20.000.000 |
| Tingkat Kerusakan | 80% Bangunan Hangus |
| Instansi Penyelamat Terlibat | Damkar Sukoharjo, PMK Surakarta, Polsek Mojolaban, BPBD Surakarta, Relawan |
Baca Juga: Kini Dipidana, Wagub Bangka Belitung Hellyana Ogah Bayar Tagihan Hotel Sampai 2 Digit, Ini Kasusnya!
Kondisi lapangan yang sempat kritis membuat proses pemadaman harus mengandalkan pasokan air yang besar dan kerja sama lintas wilayah.
Sinergi yang solid antara Damkar Sukoharjo, PMK Surakarta, Polsek Mojolaban, BPBD Surakarta, serta para relawan lokal akhirnya berhasil menjinakkan api sebelum situasi memburuk.
Alarm Keras untuk Pengguna Tungku Tradisional
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih aktif menggunakan alat masak tradisional atau tungku kayu bakar. Kelalaian memastikan kondisi dapur setelah memasak kerap menjadi pemicu utama kebakaran pemukiman.
Baca Juga: 100 Years: Film Yang Dibuat Untuk Orang Yang Belum Lahir
Di akhir penanganan, Margono dengan tegas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala sumber api di dalam rumah, baik kompor gas, listrik, maupun tungku konvensional.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggal istirahat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tandas Margono mengingatkan. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto