SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Wacana relokasi Pasar Ayam Semanggi dari Kota Solo ke wilayah Kabupaten Sukoharjo mulai mengemuka.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Surakarta dikabarkan telah melakukan komunikasi awal dengan OPD di Sukoharjo terkait kemungkinan pemindahan pasar unggas tersebut.
Pasar Ayam Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan unggas terbesar di Solo Raya.
Namun, rencana relokasi pasar itu hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Sukoharjo, Sumarno, mengaku belum mengetahui secara rinci perkembangan pembahasan relokasi tersebut.
Meski demikian, ia menilai kondisi pasar di Sukoharjo saat ini belum memungkinkan untuk menampung aktivitas pasar ayam sebesar Pasar Semanggi.
“Belum tahu mas. Kalau melihat kondisi pasar yang ada di Sukoharjo, tidak ada yang bisa untuk pasar ayam seperti Semanggi. Karena tanah sudah tidak memungkinkan,” ujar Sumarno saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Menurutnya, pasar unggas membutuhkan area yang cukup luas dan harus memenuhi berbagai aspek teknis, mulai dari akses transportasi, sanitasi lingkungan, hingga jarak aman dengan permukiman warga.
Sementara itu, sebagian besar pasar tradisional di Sukoharjo dinilai sudah padat dan memiliki keterbatasan lahan untuk pengembangan baru.
Wacana pemindahan Pasar Ayam Semanggi sendiri disebut berkaitan dengan upaya penataan kawasan perkotaan di Kota Solo. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai lokasi baru maupun skema relokasi yang akan digunakan.
Salah satu lokasi yang disebut-sebut dilirik sebagai alternatif adalah Pasar Hewan Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Kendati demikian, belum ada kepastian lebih lanjut terkait kesiapan lokasi tersebut.
Pemerintah daerah pun masih akan mengkaji berbagai aspek sebelum mengambil keputusan final terkait relokasi pasar unggas legendaris di Solo Raya itu. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto