Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pesanan Ekspor Anjlok, PT CWII Sragen Tak Perpanjang Kontrak 800 Pekerja

Ahmad Khairudin • Senin, 18 Mei 2026 | 14:51 WIB
PT CWII Sragen tidak memperpanjang kontrak sekitar 800 pekerja akibat dampak krisis geopolitik global dan penurunan pesanan ekspor. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)
PT CWII Sragen tidak memperpanjang kontrak sekitar 800 pekerja akibat dampak krisis geopolitik global dan penurunan pesanan ekspor. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Gelombang tekanan ekonomi global kembali menghantam sektor industri manufaktur di Indonesia.

PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) di Kabupaten Sragen terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan tidak memperpanjang kontrak sekitar 800 pekerjanya akibat menurunnya pesanan ekspor dan melonjaknya harga bahan baku.

Perusahaan yang beroperasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen itu membenarkan adanya pengurangan tenaga kerja di tengah kondisi industri yang sedang lesu.

Baca Juga: Pecah Ban, Truk Muatan Herbisida Terguling di Tol Semarang-Solo Km 479 Boyolali

IDN Legal and Relationship Manager PT CWII, Vonnie Tantony, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, melainkan berakhirnya masa kontrak kerja karyawan sesuai skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

“Kami luruskan bahwa ini bukan PHK. Masa PKWT para karyawan memang sudah selesai sesuai kesepakatan sebelumnya dan saat ini kontraknya tidak diperpanjang,” jelas Vonnie dalam keterangan resminya, Senin (18/5).

Menurutnya, kebijakan efisiensi itu diambil setelah situasi geopolitik global memicu ketidakpastian ekonomi dunia. Dampaknya, volume pesanan dari pasar internasional mengalami penurunan cukup tajam dan diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Tak hanya itu, lonjakan harga bahan baku juga turut membebani biaya produksi perusahaan sehingga manajemen harus melakukan penyesuaian operasional agar tetap bertahan.

Vonnie menjelaskan, proses pengurangan tenaga kerja dilakukan secara bertahap hingga akhir Mei 2026. Pihak perusahaan mengaku memahami dampak besar keputusan tersebut bagi para pekerja dan keluarga mereka.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Bocor? Iritnya Kebangetan, Masih Jadi City Car Kebanggaan Keluarga di Tanah Air

Karena itu, PT CWII memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Seluruh hak-hak karyawan yang selesai masa kontraknya dipastikan dipenuhi 100 persen tanpa pengurangan apa pun sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, manajemen juga terus berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sragen. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan hasil kesepakatan bersama DPRD Sragen sebelumnya.

Meski tengah menghadapi tekanan berat, PT CWII mengaku terus berupaya memulihkan kondisi produksi dengan menjalin komunikasi intensif bersama pelanggan dan mitra usaha luar negeri.

Perusahaan berharap kondisi pasar global bisa membaik sehingga aktivitas produksi kembali meningkat pada kuartal IV tahun 2026.

“Kami berharap kondisi pasar global segera pulih. Target kami, akhir tahun nanti rekrutmen tenaga kerja sudah bisa dibuka kembali,” ujar Vonnie optimistis.

Baca Juga: Es Dawet Pasar Klewer, Kuliner Legendaris yang Melegenda di Pasar Klewer

Kabar baiknya, mantan pekerja yang terdampak efisiensi kali ini bakal menjadi prioritas utama apabila perusahaan kembali membuka lowongan kerja.

“Saat rekrutmen dibuka kembali nanti, mantan karyawan terdampak efisiensi akan menjadi prioritas utama untuk direkrut kembali sesuai kebutuhan operasional dan kualifikasi perusahaan,” pungkasnya. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#pkwt #PHK massal PT CWII #PT CWII #phk massal #kabupaten sragen