SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengaku prihatin atas aksi tak senonoh yang terjadi di kawasan Plaza Manahan dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Respati menilai kejadian tersebut mencoreng fungsi ruang publik yang selama ini sedang dikembangkan pemerintah kota sebagai tempat interaksi masyarakat yang aman dan nyaman.
Ditemui awak media di Balaikota Surakarta, Rabu (13/5), Respati mengatakan ruang terbuka publik seharusnya dimanfaatkan untuk aktivitas positif, bukan justru digunakan untuk tindakan yang melanggar norma kesusilaan.
“Saya prihatin sekali, kami sedang mengembangkan banyak public space, banyak ruang terbuka malah digunakan seperti itu. Saya menghimbau semuanya untuk saling mengingatkan,” katanya.
Ia juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan ruang publik dan pergaulan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan akhlak dan tanggung jawab sosial harus diperkuat sejak dini.
Pemkot Solo, lanjut Respati, juga akan memperkuat pembinaan karakter dan kesusilaan di lingkungan pendidikan sebagai langkah pencegahan.
Namun demikian, ia menegaskan pengawasan ruang publik tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat pemerintah. Menurutnya, masyarakat juga harus memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum.
“Ini fasilitas umum, selayaknya tidak perlu diawasi secara khusus namun diawasi bersama. Tempat publik itu milik warga, sejatinya warga lah yang akan saling membantu dan memperingatkan apabila ada hal yang tidak baik,” ujarnya.
Sebelumnya, video aksi tak senonoh pasangan muda-mudi di kawasan Plaza Manahan viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam kritik dari masyarakat.
Baca Juga: Bayu Skak Umumkan Tour “Sekawan Limo 2 Gunung Klawih”, Kota-Kota Di Jawa Timur Jadi Pembuka
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Didik Anggono, memastikan pengawasan di kawasan publik akan diperketat.
Menurut Didik, patroli sebenarnya sudah dilakukan rutin sejak pagi hingga malam hari. Namun, pihaknya akan kembali mengintensifkan patroli serta mengevaluasi kondisi penerangan di sejumlah titik yang dianggap minim pengawasan.
“Petugas patroli akan kami intensifkan lagi, lampu-lampu yang kurang terang bisa ditambah. Kami membuka kanal aduan supaya pengawasan bisa lebih baik,” katanya. (ves/an)