SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Trauma mendalam masIh membekas pada diri Hafsah Aflaha dan Mikel Fahmi, dua siswa korban ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Selasa (12/5) pagi.
Dari ruang IGD RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, keduanya menceritakan detik-detik mencekam saat reruntuhan atap nyaris merenggut nyawa mereka.
Hafsah Aflaha, siswi yang duduk di barisan depan kelas, mengaku sama sekali tidak mendengar tanda-tanda bangunan akan roboh. Tidak ada suara kayu berderit ataupun material yang jatuh sebelum atap mendadak ambruk.
“Duduk di depan, tiba-tiba ada yang jatuh mengenai kepala. Saya mau lari, tapi malah terjatuh dan kepala terbentur lantai,” ujar Hafsah lirih.
Ia mengatakan suasana kelas saat itu masih tenang karena pelajaran Bahasa Inggris baru saja dimulai. Kejadian berlangsung sangat cepat sehingga hampir seluruh siswa tidak sempat menyelamatkan diri keluar ruangan.
“Nggak ada yang bisa lari. Baru saja mau mulai pelajaran, atap langsung ambrol,” tambahnya.
Nasib lebih memilukan dialami Mikel Fahmi yang duduk di bagian belakang kelas. Ia mengaku terjepit reruntuhan kayu penyangga atap selama sekitar 10 menit hingga tidak bisa bergerak.
“Saya minta tolong. Posisi duduk di belakang, benar-benar tidak sempat lari. Kaki terjepit kayu lama sekali,” ungkap Mikel.
Baca Juga: Pasar Tanjungrejo Semrawut, Pemkab Sukoharjo Turun Tangan
Akibat tertimpa material bangunan, kedua kaki Mikel mengalami luka serius dan diduga mengalami retak tulang. Hingga kini ia masih kesulitan menggerakkan kakinya karena rasa nyeri yang hebat.
“Tadi kata petugas medis ada retak di kaki. Sekarang susah sekali digerakkan, rasanya sakit,” tuturnya.
Saat ini, tim medis di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro masih melakukan observasi intensif terhadap kondisi korban, terutama pada bagian saraf dan tulang.
Selain luka fisik, trauma psikis juga menjadi perhatian serius karena sejumlah korban masih tampak gelisah dan mudah terkejut saat mendengar suara keras.
Sebelumnya diberitakan, atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Insiden tersebut menyebabkan tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto