SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Atap MTs Muhammadiyah Bulu di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, Selasa (12/5) pagi.
Akibat insiden tersebut, tujuh siswa dan satu guru harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, mengonfirmasi belasan orang sempat tertimpa material bangunan ketika atap ruang kelas tiba-tiba runtuh sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa terjadi saat para siswa tengah mengikuti pelajaran di dalam kelas. Berdasarkan dugaan sementara, ambruknya atap bukan dipicu cuaca ekstrem, melainkan kondisi bangunan yang sudah lapuk dan termakan usia.
“Tadi kami melihat di lokasi, atapnya kelihatannya memang sudah lapuk. Kayu-kayunya sudah dimakan usia,” ujar Edi Purwanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dari data sementara yang dihimpun di lapangan, sekitar 13 orang terdampak langsung dalam kejadian tersebut. Namun, setelah asesmen cepat dilakukan, delapan korban dengan kondisi luka paling serius langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Setelah konfirmasi ulang, yang dibawa ke rumah sakit total ada 8 orang. Rinciannya 7 siswa dan 1 guru,” jelasnya.
Seluruh korban kini menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Sementara siswa lain yang mengalami luka ringan telah mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Baca Juga: DPRD Solo Matangkan Raperda Digitalisasi PAD, Kebocoran Pendapatan Jadi Sorotan
Proses evakuasi berlangsung cepat dengan melibatkan ambulans dari Puskesmas Sambungmacan 1 dan 2, PMI, ambulans PDM, hingga Lazismu. Petugas gabungan bergerak untuk memastikan seluruh korban segera mendapatkan bantuan medis.
“Alhamdulillah semua sudah terkondisikan. Fokus utama kami adalah memastikan anak-anak mendapatkan penanganan medis secepat mungkin,” tambah Edi.
Karena sekolah berada di bawah naungan Kementerian Agama, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Kemenag Sragen dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen terkait langkah penanganan lanjutan.
Hingga siang hari, petugas masih melakukan pengamanan area untuk mencegah risiko tambahan di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih mendata jumlah pasti korban luka ringan karena situasi di lapangan tadi cukup dinamis. Saya juga akan segera melaporkan detail kejadian ini kepada pimpinan (Bupati),” pungkasnya. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto