Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kasus Guru Cabul di Wonogiri Jadi Alarm, Setyo Sukarno Dorong Siswa Berani Speak Up

Iwan Adi Luhung • Senin, 11 Mei 2026 | 08:11 WIB
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mendukung usulan anggaran edukasi kekerasan seksual bagi siswa dan orang tua menyusul kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru SMP. (Dok. Raso)
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mendukung usulan anggaran edukasi kekerasan seksual bagi siswa dan orang tua menyusul kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru SMP. (Dok. Raso)Ketua dprd wonogiri

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Setyo Sukarno menyatakan dukungannya terhadap usulan Ketua DPRD Wonogiri terkait pengalokasian anggaran khusus untuk edukasi kekerasan seksual bagi siswa sekolah.

Dukungan tersebut muncul setelah terungkapnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru SMP negeri di Kecamatan Wonogiri Kota.

Kasus itu dinilai menjadi alarm penting bahwa edukasi dan keberanian anak untuk bersuara harus terus diperkuat.

Baca Juga: Tabrakan Dua Motor di Wonogiri, Pembonceng Tewas dengan Luka Kepala

Setyo menilai, keberanian para korban untuk speak up menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran anak-anak terhadap tindakan kekerasan seksual yang mereka alami.

“Bagi saya itu hal yang baik. Karena di situ muncul suatu keberanian untuk bersuara,” ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, banyak korban kekerasan seksual yang selama ini memilih diam karena takut atau merasa tertekan, terlebih jika pelaku merupakan sosok guru atau orang yang dianggap memiliki otoritas.

Karena itu, edukasi dinilai penting tidak hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua agar lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan seksual dan berani melapor.

“Harapan kita, saat ada anggaran khusus itu bisa mengedukasi siswa. Tapi bisa juga mengedukasi orang tua. Butuh keberanian untuk bersuara,” kata Setyo.

Baca Juga: Scatter Tak Kunjung Datang, Pinjol Menghadang: Sentilan Amis dalam lagu Darurat Judi

Bupati menegaskan pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus mendapatkan hukuman berat agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pihak lain.

“Guru yang seperti itu harus mendapat sanksi yang berat atas perbuatannya,” tegasnya.

Selain edukasi formal, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran Forum Anak sebagai ruang komunikasi bagi anak-anak.

Menurut Setyo, pendekatan melalui teman sebaya sering kali membuat korban lebih nyaman untuk terbuka mengenai persoalan yang mereka alami.

“Ketika lewat teman sebaya, anak-anak bisa terbuka. Ini juga sudah terbentuk. Bisa dioptimalkan lagi peran dari Forum Anak,” ujarnya.

Baca Juga: Dance Movement Therapy: Ketika Gerak Menjadi Bahasa Penyembuhan

Sebelumnya, Ketua DPRD Wonogiri Sriyono mengusulkan adanya alokasi anggaran khusus untuk program edukasi kekerasan seksual di sekolah-sekolah.

Usulan itu muncul menyusul terungkapnya kasus pencabulan oleh oknum guru berinisial J (55) yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan sejumlah korban siswi SMP. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#edukasi kekerasan seksual #ketua dprd wonogiri #SMP Negeri di Wonogiri #pelecehan seksual #bupati wonogiri setyo sukarno