SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Misteri hilangnya Prahito Rochmad Alfian (PRA) 31, warga Dukuh Grompolan, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, akhirnya terungkap.
Korban ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Mungkung pada Sabtu (9/5/2026) pagi setelah pencarian intensif dilakukan sejak malam sebelumnya.
Baca Juga: Inspiratif! Langkah Nyata Atasi TPA Penuh: PKL Kembul Swarga Solo Mulai Olah Sampah Dagangan Sendiri
Korban ditemukan sekitar pukul 08.31 WIB oleh tim SAR gabungan di aliran sungai dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal korban diduga terjatuh.
“Korban ditemukan di aliran sungai sekitar 200 meter dari titik awal,” ujar Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasat Reskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno.
Operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.30 WIB setelah proses pencarian pada Jumat malam terkendala kondisi gelap dan arus sungai.
Sebelumnya, seorang saksi bernama Suparman menemukan sepeda motor Honda Beat hitam bernopol AD 3818 BEE terparkir di sekitar Jembatan Klumutan pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kendaraan tersebut ditemukan tanpa pemilik, dengan kunci masih menempel.
Di lokasi yang sama juga ditemukan sebuah ponsel merek Oppo dalam kondisi layar menyala.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Baca Juga: Review Film Dilan ITB 1997: Transformasi Ariel Noah Jadi Dilan Dewasa di Tengah Gejolak Reformasi 98
Saksi lain, Khoirul Huda, mengaku sempat mendengar suara benda jatuh ke air dari sekitar sungai pada malam kejadian.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat epilepsi dan tengah menjalani pengobatan rutin. Polisi juga mengungkap korban pernah mengalami kondisi psikologis yang memerlukan perhatian khusus.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya pernah melakukan percobaan serupa pada tahun 2024,” tambah Catur.
Baca Juga: Hanya Raih Satu Poin Lawan Persebaya, Nasib Persis Solo Kini Bergantung Tim Lain
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat telah ditarik dari lokasi.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di wilayah Sidoharjo. Polisi memastikan proses pendalaman tetap dilakukan guna melengkapi kronologi kejadian. (din/an)