WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Sejumlah siswa SMKN 1 Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, dikabarkan mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan, Kamis (7/5/2026). Para siswa mengeluhkan sakit perut dan diare.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut mencapai puluhan orang dan tersebar di beberapa kelas.
Namun hingga kini pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti siswa yang terdampak.
Baca Juga: Kemendikdasmen Gandeng DBL Indonesia, Program Super Teacher Siap Dijalankan
Kepala SMKN 1 Jatiroto, Suhari, membenarkan adanya laporan siswa yang mengalami keluhan sakit perut dan diare.
“Ini masih dilakukan pendataan di kelas-kelas terkait siswa yang mengalami gejala mengarah keracunan,” ujar Suhari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, siswa yang mengeluhkan gejala tersebut berasal dari kelas X dan XI. Sementara siswa kelas XII sudah dinyatakan lulus dan saat ini hanya mengurus administrasi seperti pengambilan surat keterangan lulus (SKL).
“Keluhannya sakit perut dan diare. Sejauh ini tidak ada yang dirawat. Tadi di kelas XI ada yang sakit perut dan minta izin pulang,” katanya.
Terkait sumber yang diduga memicu gejala tersebut, pihak sekolah mengaku belum bisa memastikan. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi siswa, termasuk kemungkinan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Bakar Semangat May Day, 5 Rekomendasi Lagu yang Wajib Masuk Playlist Kamu Hari Ini
Namun demikian, Suhari mengaku dirinya juga mengonsumsi menu MBG tersebut dan tidak mengalami gejala apapun.
“Saya juga makan itu. Menunya ada ayam, oseng teri dan mi. Buahnya kelengkeng. Saya juga makan tapi tidak apa-apa. Bocah-bocah lara mergo kui (MBG) opo udu kita juga belum bisa memastikan,” paparnya.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan sekolah lain yang menerima pasokan MBG dari penyedia yang sama untuk memastikan apakah ada kejadian serupa.
“Kami sudah tanya ke sekolah lain yang satu pemasok MBG. Sejauh ini informasinya tidak ada,” imbuhnya.
Suhari menambahkan, pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: DPRD Solo Soroti Pendidikan Gratis di Sekolah Swasta, Dinilai Sejalan Program Wali Kota
“Kami sudah lapor ke beberapa pihak terkait kondisi ini. Baru saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jatiroto, Agung Wiransyah, mengatakan pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan keracunan tersebut dan masih melakukan investigasi awal.
“Sementara kita baru lakukan investigasi kebenaran datanya dulu,” ujarnya. (al/an)