BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Enam jemaah calon haji dari Embarkasi Solo terpaksa tidak melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan saat pesawat melakukan technical landing di Bandara Internasional Kualanamu.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, menyampaikan bahwa sebagian jemaah telah dipulangkan ke Solo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Empat jemaah sudah kembali ke Solo, sementara dua lainnya masih dalam perawatan,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Baca Juga: Kenalan MiChat Berujung Apes, Motor Korban Dibawa Kabur Saat Kencan di Sragen
Dampak Sistem Makkah Route
Fitriyanto menjelaskan, Embarkasi Solo saat ini menggunakan skema Makkah Route, yakni proses keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan sejak di Indonesia.
Konsekuensinya, jemaah yang sempat turun di Medan secara administratif dianggap telah memasuki wilayah Arab Saudi, meskipun secara fisik belum tiba di tujuan.
“Karena itu, jemaah harus kembali ke Solo untuk menjalani proses stempel ulang sebelum bisa diberangkatkan kembali,” jelasnya.
Prosedur ini dinilai penting untuk memastikan kesesuaian dokumen keimigrasian dengan sistem yang berlaku dalam layanan Makkah Route.
Prioritas Keselamatan Jemaah
PPIH menegaskan bahwa keputusan penurunan jemaah di tengah perjalanan sepenuhnya mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan.
Untuk jemaah yang tidak dapat melanjutkan perjalanan, terdapat skema lanjutan sesuai kondisi medis.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Penemuan Bayi di Kali Anyar Solo, Diduga Berasal dari Lokasi Lain
Jika dinyatakan mengalami sakit permanen oleh dokter pemerintah, porsi haji dapat dialihkan kepada anggota keluarga inti, seperti pasangan, anak, atau saudara kandung, untuk keberangkatan tahun berikutnya.
Sementara itu, bagi jemaah dengan kondisi sakit sementara, keberangkatan akan diprioritaskan pada musim haji berikutnya setelah dinyatakan sehat.
“Semua keputusan berbasis hasil pemeriksaan medis, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan aman dan optimal,” tegas Fitriyanto.
Catatan Evaluasi Layanan
Kasus ini juga menjadi catatan penting dalam implementasi sistem Makkah Route, khususnya terkait penanganan kondisi darurat di tengah perjalanan.
Meski memberikan kemudahan dalam proses imigrasi, skema ini memerlukan penyesuaian prosedur tambahan ketika terjadi situasi tak terduga, seperti penurunan jemaah di luar embarkasi tujuan.
PPIH memastikan seluruh proses tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, dengan tetap mengedepankan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto