Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kesehatan Terganggu di Tengah Penerbangan, Jemaah Haji Embarkasi Solo Tertahan di Medan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 3 Mei 2026 | 21:33 WIB
Enam jemaah haji Embarkasi Solo turun di Medan karena sakit. (IST)
Enam jemaah haji Embarkasi Solo turun di Medan karena sakit. (IST)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Enam jemaah calon haji dari Embarkasi Solo terpaksa tidak melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan saat pesawat melakukan technical landing di Bandara Internasional Kualanamu.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, menyampaikan bahwa sebagian jemaah telah dipulangkan ke Solo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Empat jemaah sudah kembali ke Solo, sementara dua lainnya masih dalam perawatan,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Baca Juga: Kenalan MiChat Berujung Apes, Motor Korban Dibawa Kabur Saat Kencan di Sragen

Dampak Sistem Makkah Route

Fitriyanto menjelaskan, Embarkasi Solo saat ini menggunakan skema Makkah Route, yakni proses keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan sejak di Indonesia.

Konsekuensinya, jemaah yang sempat turun di Medan secara administratif dianggap telah memasuki wilayah Arab Saudi, meskipun secara fisik belum tiba di tujuan.

Baca Juga: Nessie Judge hingga Netizen Heboh, Katalog Film Legendaris Rexinema Dikabarkan Segera Hadir di Platform Streaming Netflix

“Karena itu, jemaah harus kembali ke Solo untuk menjalani proses stempel ulang sebelum bisa diberangkatkan kembali,” jelasnya.

Prosedur ini dinilai penting untuk memastikan kesesuaian dokumen keimigrasian dengan sistem yang berlaku dalam layanan Makkah Route.

Prioritas Keselamatan Jemaah

PPIH menegaskan bahwa keputusan penurunan jemaah di tengah perjalanan sepenuhnya mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan.

Untuk jemaah yang tidak dapat melanjutkan perjalanan, terdapat skema lanjutan sesuai kondisi medis.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Penemuan Bayi di Kali Anyar Solo, Diduga Berasal dari Lokasi Lain

Jika dinyatakan mengalami sakit permanen oleh dokter pemerintah, porsi haji dapat dialihkan kepada anggota keluarga inti, seperti pasangan, anak, atau saudara kandung, untuk keberangkatan tahun berikutnya.

Sementara itu, bagi jemaah dengan kondisi sakit sementara, keberangkatan akan diprioritaskan pada musim haji berikutnya setelah dinyatakan sehat.

“Semua keputusan berbasis hasil pemeriksaan medis, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan aman dan optimal,” tegas Fitriyanto.

Catatan Evaluasi Layanan

Kasus ini juga menjadi catatan penting dalam implementasi sistem Makkah Route, khususnya terkait penanganan kondisi darurat di tengah perjalanan.

Baca Juga: Didampingi Kemenkes, Dua RSUD di Solo Didorong Genjot Pasien Non-BPJS, Bagaimana dengan Pelayanan Pasien BPJS?

Meski memberikan kemudahan dalam proses imigrasi, skema ini memerlukan penyesuaian prosedur tambahan ketika terjadi situasi tak terduga, seperti penurunan jemaah di luar embarkasi tujuan.

PPIH memastikan seluruh proses tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, dengan tetap mengedepankan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#PPIH #embarkasi solo #jamaah haji turun di medan #jamaah haji sakit #Bandara Internasional Kualanamu