Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pengerukan Lahan di Berjo Karanganyar Picu Kekhawatiran, Warga Soroti Dampak Air dan Lingkungan

Rudi Hartono RS • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:10 WIB
Lokasi pengerukan lahan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. (RUDI HARTONO/SOLOBALAPAN.COM)
Lokasi pengerukan lahan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. (RUDI HARTONO/SOLOBALAPAN.COM)

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Aktivitas pengerukan lahan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, memicu keresahan warga.

Selain berlangsung tanpa sosialisasi yang jelas, kegiatan tersebut mulai menimbulkan dugaan dampak terhadap lingkungan dan sumber air bersih masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, alat berat terlihat beroperasi di lokasi. Warga mempertanyakan tujuan pengerukan sekaligus legalitas kegiatan, mengingat tidak adanya informasi resmi yang disampaikan sebelumnya.

Baca Juga: Berawal dari Kasus Pencurian, Jejak Peredaran Sabu di Sukoharjo Mulai Terkuak

Kekhawatiran utama muncul pada potensi gangguan ekosistem, termasuk aliran air dari mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga. Sejumlah warga mengaku mulai merasakan perubahan debit air.

“Biasanya air lancar, sekarang mulai tersendat. Kami khawatir ini ada kaitannya dengan pengerukan,” ujar salah satu warga.

Minim Informasi, Dampak Mulai Terasa

Tidak hanya soal lingkungan, aspek transparansi juga menjadi sorotan. Warga mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan ataupun sosialisasi terkait aktivitas tersebut.

Tiara Puspita, warga setempat, menyebut informasi mengenai pengerukan justru pertama kali diperoleh dari warga lain, bukan dari pihak pelaksana maupun pemerintah.

Baca Juga: Live Action Gundam Resmi Masuki Tahap Syuting di Australia, Sydney Sweeney Jadi Pemeran Utama!

“Saat kami coba konfirmasi ke tokoh masyarakat, ternyata juga belum ada kejelasan soal izin maupun rencana penggunaan lahan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan warga lain, Agung, yang mengaku aktivitas tersebut berlangsung tiba-tiba.

“Tiba-tiba alat berat sudah bekerja. Kami tidak tahu ini proyek apa dan siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran lebih luas, terutama jika aktivitas berlangsung tanpa pengawasan yang memadai. Selain risiko kerusakan lingkungan, warga juga mengantisipasi potensi bencana seperti banjir akibat perubahan kontur tanah.

Baca Juga: Lady Gaga Dibayar Rp43 Miliar Hanya untuk Tampil 3 Menit di The Devil Wears Prada 2, Worth It?

Pemerintah Desa Belum Terima Informasi

Di sisi lain, pemerintah desa mengaku belum mengetahui secara pasti terkait kegiatan tersebut. Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menyatakan tidak ada pemberitahuan ataupun koordinasi yang diterima sebelumnya.

“Kami tidak tahu. Tidak ada informasi dari awal, baik terkait kepemilikan lahan maupun rencana penggunaannya,” ujarnya.

Ia menyebut pihak desa baru mengetahui adanya aktivitas tersebut setelah muncul unggahan warga di media sosial.

Saat ini, pemerintah desa masih berupaya mengidentifikasi kondisi di lapangan, termasuk dampak yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Aktor Legendaris Hollywood Terjangkit Penyakit Berbahaya, Bruce Willis Donasikan Organ Tubuhnya Untuk Ilmu Pengetahuan

“Kami juga masih menelusuri, sebenarnya dampaknya seperti apa di masyarakat,” tambahnya.

Dorongan Investigasi dan Pengawasan

Situasi ini mendorong warga meminta pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung, baik terkait aspek perizinan maupun dampak lingkungan.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana kegiatan. Ketidakjelasan ini memperkuat dorongan agar dilakukan investigasi menyeluruh guna memastikan aktivitas tersebut sesuai aturan serta tidak merugikan masyarakat.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan di kawasan lereng, kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan pengawasan dalam setiap aktivitas pemanfaatan lahan. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kasus desa Berjo #pengerukan lahan di desa Berjo #dampak pengerukan Desa berjo terhadap Lingkungan #potensi ganguan ekosistem #karanganyar