SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Peringatan Hari Tari Dunia 2026 di Kabupaten Sukoharjo berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan penari dari puluhan sanggar.
Acara ini juga dimeriahkan penampilan spesial maestro tari nasional, Mugiyono Kasido yang akrab disapa Mbah Mugi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, mengatakan peringatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali ekosistem seni tari, khususnya di tingkat komunitas dan sanggar lokal.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi ruang apresiasi bagi pelaku seni tari. Kehadiran Mbah Mugi menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal,” ujarnya, Rabu (29/4).
Kegiatan bertajuk Sukoharjo Ambeksa #2 Hari Tari Dunia 2026 digelar di Taman Budaya Suryani Sukoharjo. Sebanyak 45 penampilan tari dari berbagai sanggar dijadwalkan tampil sepanjang hari dengan total sekitar 325 penari.
Pergelaran dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi hingga sore pukul 09.00–16.00 WIB, dan dilanjutkan sesi malam mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Beragam karya tari ditampilkan, mulai dari tari tradisional seperti Gambyong, Candhik Ayu, Manipuri, Yapong, hingga tari kreasi modern yang menunjukkan kekayaan ekspresi budaya lokal.
Penampilan Spesial Maestro Tari
Baca Juga: Tree In One Kemas Adaptasi Properti dan Adaptasi Alam Melalui Koreografi
Salah satu yang paling dinantikan adalah penampilan Mugiyono Kasido pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan karya bertajuk Tari Topeng Panji yang dipadukan dengan sarung goyor, produk kriya khas Sukoharjo.
Karya tersebut merupakan garapan baru yang dibawakan secara solo. Perpaduan antara seni pertunjukan dan kriya lokal menjadi simbol penguatan identitas budaya daerah.
Menurut Havid, Mugiyono memiliki kedekatan emosional dengan Sukoharjo karena wilayah tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi sanggarnya, Mugidance.
“Acara ini diselenggarakan secara mandiri oleh sanggar-sanggar tari, sementara pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi,” pungkasnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto