SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM — Pagi yang seharusnya tenang di area persawahan Desa Banaran, Sambungmacan, berubah menjadi duka.
Seorang petani perempuan ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan sawah, dalam posisi tertelungkup—bersisian dengan sepeda motor yang tergeletak.
Korban diketahui bernama Suparti (52), warga setempat. Ia diduga menjadi korban sengatan listrik dari jebakan tikus, sesaat setelah terjatuh dari sepeda motornya, Selasa (28/4) pagi.
Baca Juga: Satpol PP Solo Bantah Ada Sewa City Walk, Tegaskan Tak Ada Bukti Transaksi
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat suasana masih lengang dan aktivitas warga belum sepenuhnya dimulai.
Saksi pertama, Sukirno—pemilik lahan sawah—awalnya hendak mematikan mesin genset yang mengalirkan listrik ke jebakan tikus di lahannya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok tubuh tergeletak di pinggir jalan.
“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, tubuhnya mengenai kabel listrik. Di sampingnya ada sepeda motor dalam kondisi jatuh,” ujar Kapolsek Sambungmacan, mewakili Kapolres AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Saat tubuh korban dibalik, Suparti sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Terjatuh, Lalu Tersengat
Hasil olah tempat kejadian perkara mengarah pada dugaan kecelakaan tunggal yang berujung fatal.
Korban diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan persawahan, lalu terjatuh ke sisi kiri. Nahas, di titik itulah kabel jebakan tikus yang dialiri listrik terpasang.
Sengatan listrik diduga menjadi penyebab utama yang merenggut nyawanya.
Di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti, mulai dari mesin genset, kabel beraliran listrik, hingga sepeda motor milik korban.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro untuk keperluan visum.
Bahaya Jebakan Tikus Beraliran Listrik
Kasus ini kembali menyoroti praktik penggunaan listrik untuk membasmi hama tikus di area persawahan—metode yang masih kerap digunakan meski berisiko tinggi.
Polisi mengingatkan bahwa jebakan listrik tidak hanya berbahaya bagi hama, tetapi juga dapat mengancam keselamatan manusia.
“Ini sangat berbahaya. Kami imbau petani tidak menggunakan aliran listrik untuk jebakan tikus,” tegas pihak kepolisian.
Duka di Balik Pagi yang Sunyi
Tak ada yang menyangka, perjalanan singkat di pagi hari itu menjadi yang terakhir bagi Suparti.
Baca Juga: UMKM Coffee Shop di City Walk Solo Keluhkan Iuran Tak Jelas, DPRD Minta Satpol PP Turun Tangan
Di tengah sunyi persawahan, sebuah kabel kecil beraliran listrik menjadi pemisah antara hidup dan maut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras: bahaya bisa tersembunyi di tempat yang paling tak terduga—bahkan di jalur yang setiap hari dilalui. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto