SOLOBALAPAN.COM – Perayaan Hari Tari Dunia 2026 yang jatuh pada Kamis, 29 April 2026, bakal berlangsung meriah di Kota Surakarta lewat gelaran Solo Menari 2026.
Event budaya tahunan ini diperkirakan menyedot ribuan peserta dan penonton, sehingga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi diminta menghindari kawasan Balaikota Surakarta agar tidak terjebak kemacetan.
Pemerintah Kota Surakarta bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, penutupan jalan sementara, hingga pengaturan parkir demi kelancaran acara.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, Pemanasan Krusial Jelang Piala AFF 2026
Ribuan Peserta Ramaikan Solo Menari 2026
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Andri Wahyudi, menyebut jumlah peserta yang terlibat sangat besar.
Berdasarkan data yang diterima, sedikitnya ada 1.700 peserta penari massal yang akan tampil dalam rangkaian acara.
"Kawasan Balaikota Surakarta dilakukan penutupan saat acara berlangsung (Kamis, Red) dan gladi resiknya Rabu (28/4) siang," terang Andri.
Dengan jumlah peserta sebanyak itu, penonton yang datang diperkirakan bisa jauh lebih banyak.
Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan perjalanan jika melintas pusat kota Solo.
Jadwal Penutupan Jalan Saat Solo Menari
Penutupan arus lalu lintas dijadwalkan mulai Kamis (29/4) pukul 13.00 WIB hingga acara selesai sekitar pukul 16.00 WIB.
Adapun sejumlah ruas jalan di sekitar Balaikota Surakarta yang akan ditutup sementara meliputi:
* Jl Jenderal Sudirman segmen Simpang Bank Indonesia – Balaikota Surakarta
* Jl Arifin segmen Simpang Radio PTPN – Balaikota Surakarta
* Kawasan sekitar Pasar Gede, dari tugu jam hingga depan Balaikota Surakarta
Pengguna jalan yang hanya melintas diimbau mencari jalur alternatif lain serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Baca Juga: Konflik Dibalik Peperangan pada Tari Anoman Rahwana
Jalur Alternatif yang Disiapkan
Dishub Surakarta juga menyiapkan jalur pengalihan kendaraan dari arah selatan maupun utara.
"Kendaraan dari selatan (arah Jl Slamet Riyadi/Gladag, Red) yang hendak ke Utara bisa memutar lewat Jl Ronggo Warsito. Sementara kendaraan dari Utara (arah Panggung dan sebagainya, Red) bisa memutar lewat Jl RE Martadinata sebelum masuk ke Jl Kapten Mulyadi (Pasar Kliwon, Red)," terangnya.
Petugas akan mulai menyiapkan pengalihan arus sejak satu jam sebelum kegiatan utama dimulai.
"Satu jam sebelum kegiatan mulai kami persiapkan untuk pengalihan lalu lintasnya," papar Andri.
Baca Juga: Pentingnya Sinkronisasi dalam Sebuah Penyajian Koreografi
Lokasi Parkir Penonton Solo Menari 2026
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan budaya ini secara langsung, tersedia sejumlah titik parkir resmi, yaitu:
* Kawasan Benteng Vastenburg
* Jl Urip Sumoharjo
* Jl Arifin
* Jl RE Martadinata
* Jl Ronggowarsito
* Jl Mayor Kusmanto
* Gedung Parkir Ketandan
* Taman Parkir Loji Wetan
Pengunjung diimbau mematuhi petunjuk petugas demi kenyamanan bersama.
Tema Solo Menari 2026: Aku Kipas (Aha Pankha)
Tahun ini, Solo Menari mengusung tema Aku Kipas (Aha Pankha).
Kipas dipilih sebagai simbol kreativitas, gerak, dan persatuan lintas budaya yang dikenal di banyak negara.
Sebelum pentas kolosal dimulai pukul 13.00 WIB, acara akan dibuka dengan pertunjukan tari di Pendopo Balaikota Surakarta sejak pukul 09.00 WIB.
Kegiatan juga diramaikan bazar UMKM yang terbuka untuk masyarakat.
Bagi warga Solo maupun wisatawan yang tidak berkepentingan di kawasan Balaikota, sebaiknya menghindari area tersebut pada Kamis siang.
Sementara bagi pecinta seni, Solo Menari 2026 bisa menjadi momen menarik menikmati perayaan budaya berskala besar di pusat Kota Surakarta. (ves/lz)
Editor : Laila Zakiya