BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Aksi pencurian dengan pemberatan menyasar fasilitas keagamaan di Kabupaten Boyolali.
Sejumlah peralatan ibadah milik Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Gunung Sinai di Dukuh Ngargowinangun, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, dilaporkan raib digondol maling.
Kasus ini pertama kali diketahui pada Selasa (21/4) sekitar pukul 07.30 WIB oleh pendeta gereja, Manasye Domiyanto (66), saat hendak beribadah sekaligus membersihkan gereja.
Saat tiba di lokasi, Manasye menemukan pintu samping gereja dalam kondisi rusak. Engsel pintu terlepas dan terlihat bekas congkelan yang mengindikasikan aksi pencurian dilakukan secara paksa.
“Saat dicek ke dalam, sejumlah peralatan sudah tidak berada di tempat,” ungkapnya.
Manasye berangkat dari rumah sekitar pukul 07.15 WIB dan masuk melalui pintu depan. Ia kemudian menyadari adanya kejanggalan pada pintu samping yang telah dirusak.
Setelah memastikan sejumlah barang hilang, ia kembali ke rumah untuk memberi tahu saksi lain sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Laporan resmi diterima Polsek Musuk pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama.
Kapolsek Musuk, AKP Danang Wibakso, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah awal penanganan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi.
“Kami telah menerima laporan, mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kepada pimpinan. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya, Rabu (22/4).
Sejumlah barang inventaris gereja yang hilang di antaranya satu unit proyektor, empat speaker aktif, satu mixer 12 channel, lampu parled, tiga stand speaker, receiver mic wireless, tiga mikrofon, power rakitan, earphone amplifier, serta kabel mic dan kabel speakon.
Total kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp19.080.000. Polisi juga mengamankan satu barang bukti berupa box speaker yang diduga ditinggalkan pelaku di lokasi.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang menyasar tempat ibadah, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat. Minimnya sistem pengamanan serta potensi kelengahan menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperkuat sistem keamanan lingkungan dan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah yang rawan menjadi target pencurian.
Selain menimbulkan kerugian materiil, kejadian ini juga berdampak pada aktivitas ibadah jemaat yang terganggu akibat hilangnya sejumlah peralatan penting. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto