Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

SUKOHARJO : Rumah Mewah Bos Kido Land Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Iwan Kawul • Jumat, 17 April 2026 | 15:20 WIB
Rumah mewah pemilik Kido Land di Sukoharjo terbakar diduga akibat korsleting listrik. (IST)
Rumah mewah pemilik Kido Land di Sukoharjo terbakar diduga akibat korsleting listrik. (IST)

 

SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran melanda rumah mewah milik pengusaha sekaligus pemilik objek wisata Kido Land, Dewan Dwi Anggoro, di Kecamatan Nguter, Jumat (17/4) siang.

Api diduga berasal dari korsleting listrik dan sempat membakar bagian dalam rumah sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini kembali menyoroti potensi risiko kebakaran di hunian, termasuk bangunan berkelas sekalipun.

Baca Juga: Jukir Ngepruk di Solo, Pemkot Cabut KTA: Bukti Lemahnya Pengawasan Parkir?

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, menyebut laporan diterima sekitar pukul 11.30 WIB. Tim langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi dalam waktu sekitar 11 menit.

“Petugas berangkat pukul 11.34 WIB dan tiba pukul 11.45 WIB. Respon time sekitar 11 menit,” jelasnya.

Kebakaran terjadi di rumah dua lantai yang berada di Kampung Gunungan, Desa Nguter. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban.

Api pertama kali diketahui warga yang tengah beraktivitas di sekitar Masjid Al Barokah. Kepulan asap hitam pekat terlihat keluar dari dalam rumah, memicu kepanikan warga.

“Warga masuk dan melihat api sudah membakar ruang tamu, lalu melapor ke Damkar,” ujar Margono.

Baca Juga: Antisipasi Konflik Silat, Polres Wonogiri Asah Kesiapan Personel Lewat Simulasi Taktis

Dua unit mobil pemadam dengan sekitar 3.000 liter air dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman difokuskan tidak hanya di titik api, tetapi juga pendinginan di lantai atas guna mencegah api merembet kembali.

Hasilnya, sekitar 90 persen bangunan berhasil diselamatkan, sementara kerusakan diperkirakan hanya mencapai 10 persen.

Meski demikian, dugaan awal korsleting listrik kembali menjadi penyebab dominan—sebuah pola yang berulang dalam banyak kasus kebakaran permukiman. Minimnya deteksi dini dan sistem pengamanan listrik kerap menjadi faktor risiko yang luput diperhatikan.

Proses pemadaman turut melibatkan unsur Polsek Nguter, Koramil Nguter, relawan, serta warga sekitar.

Pemilik rumah, Dewan Dwi Anggoro, mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Sragen, Tanah Bergerak 2 Meter, Warga Angkat Kaki

“Kami berterima kasih kepada warga, relawan, Damkar, TNI, dan Polri yang sudah membantu,” ujarnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran tidak mengenal kelas bangunan. Tanpa sistem pengamanan listrik yang memadai dan pengawasan berkala, potensi kebakaran tetap mengintai—bahkan di rumah yang terlihat paling aman sekalipun. (kwl/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#objek wisata kido land #kecamatan nguter #damkar satpol pp sukoharjo #kebakaran #korsleting listrik