WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Meningkatnya dinamika keamanan di tengah masyarakat mendorong Polres Wonogiri menggelar latihan kesiapan satuan melalui Tactical Floor Game (TFG).
Latihan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk konflik yang kerap muncul dalam kegiatan massa seperti perguruan silat.
Latihan yang digelar Kamis (16/4/2026) itu dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri, Wahyu Sulistyo, dan melibatkan jajaran pejabat utama, kapolsek, hingga personel lapangan.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Sragen, Tanah Bergerak 2 Meter, Warga Angkat Kaki
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pentingnya kesiapan personel menghadapi situasi yang bisa berkembang cepat dan berpotensi eskalatif. Ia menekankan bahwa respons aparat tidak hanya harus cepat, tetapi juga terukur.
“Setiap anggota harus siap dan tanggap dalam setiap situasi. Profesionalisme menjadi kunci utama,” tegasnya.
Namun, di balik latihan tersebut, tersirat kekhawatiran atas potensi gangguan yang tidak lagi bersifat konvensional. Selain konflik fisik di lapangan, arus informasi di media sosial kini dinilai sama berpengaruhnya dalam memicu eskalasi.
Kapolres pun mengingatkan personel agar tidak abai terhadap perang opini di ruang digital. Pendekatan humanis melalui strategi cooling system dinilai penting untuk meredam potensi gesekan sejak dini.
“Personel harus bijak bermedia sosial dan mengedepankan pendekatan humanis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Menunggu Bursa Transfer MotoGP 2027: Akankah Skenario Rossi Vs Lorenzo Bakal Kembali Terulang?
Sementara itu, Kabag Ops Agus Syamsudin memaparkan bahwa pola pengamanan yang disiapkan mencakup langkah preemtif, preventif, hingga represif sebagai opsi terakhir dalam penegakan hukum.
Strategi ini diuji langsung melalui simulasi TFG di halaman Mapolres. Berbagai skenario diperagakan, mulai dari pengawalan massa, sterilisasi lokasi, hingga pengendalian konflik antar kelompok—termasuk dalam konteks kegiatan perguruan silat yang kerap melibatkan massa besar.
Latihan ini sekaligus menjadi upaya menyamakan persepsi dan pola tindak di lapangan. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan diuji dalam situasi riil, terutama ketika potensi gesekan muncul secara spontan.
Polres Wonogiri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, khususnya oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Di tengah meningkatnya intensitas kegiatan masyarakat, stabilitas kamtibmas tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga kedewasaan publik dalam menyikapi informasi dan dinamika di lapangan. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto