WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Suasana malam di Dusun Pendem mendadak berubah menjadi tragedi.
Sebuah balai dusun di Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, tiba-tiba roboh dan menimpa lima warga yang tengah berada di lokasi, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Peristiwa memilukan itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara empat lainnya mengalami luka dengan tingkat yang berbeda.
Baca Juga: BMKG: Kemarau 2026 di Solo Raya Lebih Kering, Tapi Hujan Masih Bisa Turun
Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula saat sejumlah warga berkumpul untuk memperbaiki pompa air (mersibel) dari sumber mata air di sekitar lokasi.
“Balai dusun itu digunakan untuk mengaitkan alat saat akan mengangkat pompa air. Namun bangunan tidak kuat menahan beban, lalu ambruk,” ungkapnya, Kamis (16/4/2026).
Tanpa peringatan, bangunan balai dusun runtuh dan dindingnya menimpa warga yang berada di bawahnya. Kepanikan pun tak terhindarkan, warga sekitar berusaha melakukan evakuasi secara manual sebelum bantuan datang.
Dari lima korban yang tertimpa, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Dua korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang cukup serius, sementara dua warga lain mengalami luka ringan.
Menurut Sangga, kegiatan tersebut murni inisiatif warga yang ingin memperbaiki fasilitas air, bukan bagian dari program resmi pemerintah.
“Warga hanya gotong royong memperbaiki, tidak ada kegiatan resmi. Mereka mau mengambil mersibelnya,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Jamu Gendong ke Tanah Suci, Perjuangan Pasutri Boyolali Menabung Hingga Berangkat Haji
Insiden ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan penyebab pasti robohnya bangunan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan aspek keselamatan, terutama saat melakukan aktivitas bersama di bangunan yang tidak dirancang untuk menahan beban berat.
Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Pendem. Malam yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto