SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Fakta mencengangkan muncul dari pengelolaan aset daerah. Klub kebanggaan warga Solo, Persis Solo, tercatat memiliki tunggakan sewa Stadion Manahan yang nilainya mencapai Rp1,5 hingga Rp2 miliar. Ironisnya, dari angka sebesar itu, baru sekitar Rp40 juta yang dibayarkan.
Temuan ini mencuat dalam rapat Komisi II DPRD Kota Surakarta bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang awalnya membahas pendapatan daerah. Alih-alih pemasukan, justru terungkap adanya piutang besar yang belum tertagih.
Baca Juga: Nasib Gaji ke-13 ASN 2026 di Tengah Gejolak Ekonomi: Tetap Cair Juni atau Ada Penyesuaian?
Ketua Komisi II DPRD Surakarta, Agung Harsakti Pancasila, mengaku terkejut dengan angka tunggakan tersebut.
“Nilainya sekitar Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar, saya agak lupa pastinya. Tapi baru dicicil Rp40 juta. Itu utang sewa stadion sejak 2024 sampai 2025,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Lebih mengejutkan lagi, DPRD sendiri baru mengetahui adanya utang tersebut dalam forum resmi. Artinya, pengawasan terhadap aset daerah dinilai masih lemah.
“Kami juga baru tahu saat rapat. Ternyata ada utang sebesar itu,” katanya.
Dispora disebut sudah melakukan penagihan secara persuasif. Namun hingga kini, hasilnya belum signifikan.
Alasan klasik pun mengemuka—penurunan jumlah penonton yang berdampak pada kondisi keuangan klub.
Baca Juga: Hari Pertama TKA SMP di Solo Lancar, Siswa Akui Soal Matematika Menantang
Alasan tersebut justru memunculkan pertanyaan: sampai kapan pemerintah kota bersikap lunak terhadap kewajiban finansial klub profesional?
Komisi II DPRD pun mendesak Pemkot Surakarta untuk bersikap lebih tegas. Menurut mereka, nilai tunggakan tersebut bukan angka kecil dan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“Ini uang daerah. Harus segera ditagih. Mau pakai cara apa silakan, yang penting ada pemasukan,” tegas Agung.
Di sisi lain, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memilih berhati-hati menanggapi polemik tersebut. Ia mengaku akan memeriksa lebih lanjut sebelum mengambil langkah.
“Tak cek dulu, tak lihat dulu. Yang penting ini dibereskan tapi Persis tetap di Liga 1,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Viral! Bayi di Riau Diberi Nama Ali Khamenei, Terinspirasi Pemimpin Iran yang Gugur
Pernyataan tersebut justru memunculkan dilema klasik: antara menjaga eksistensi klub kebanggaan daerah atau menegakkan disiplin pengelolaan keuangan.
Jika tidak segera diselesaikan, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk—di mana aset publik digunakan tanpa kepastian pembayaran yang jelas. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto